Tasya's POV
Dengan perasaan girang aku memasak di dapur dan tak lupa dibantu oleh Bik Mirna yang setia di samping aku.
aku membuka kulkas dan kemudian melihat bahan yang masih segar dan lengkap disana.
aku memtuskan untuk memasak yang simple namun sehat tentu nya. pertama tama aku memasak nasi terlebih dahulu di rice cooker. lalu mengambil daging cabai sayur kangkung bawang putih dan semua nya aku letak di atas meja.
"nyonya mau masak menu apa?" tanya Bik mirna yang sudah berada di depan ku
"daging sambal dan sayur kangkung bik ditambah dengan tempe dan tahu goreng . terus buah buahan sebagai desert"
"wah ... yaudah bibik bantu ya"
"iya terimakasih bik"
aku dan bibik pun berkolaborasi dalam membuat masakan yang enak tentunya. sedangkan monik ia hanya melihat kami dari kejauhan karena ia emang tidak bisa memasak.
30 menit kemudian masakan yang aku impikan sudah jadi dan sudah dikemas pula di dalam wadah nya.
"sudah selesai" ucap ku girang
Bibik dan Monik tersenyum bahagia ke arah ku.
"Tasya ke kamar dulu mau ganti baju ..permisi" ucap ku lalu mangkir dari haradapan mereka
di kamar aku langsung mengganti pakaian ku dengan dress warna pink lengan panjang.dan sedikit mempoles bibir ku dengan sentuhan lipstik warna nude .
"semoga mas Niko suka"
setelah aku puas berkaca aku kembali keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu yang disana sudah ada bik Mirna dan Monik
"ayok kita pergi" ucap kepada Monik
"ayok nya"
"aku pergi dulu bik "
"hati hati nya"
Aku dan Monik masuk kedalam mobil nya yang sudah terparkir di halaman rumah ku.
Diperjalanan
"bukan nya jam 1?" Tanya Monik pada ku sebab sekarang masih jam 12.30
"nggak papa deh, bukan nya lebih cepat lebih baik"
"ya udah terserah kamu"
Kami pun sampai di depan kantor Mas Niko, aku dan Monik turun berdua dan berjalan ke Lobby kantor.
"ada yang bisa saya bantu?" Tanya karyawan yang sedang berjaga
"ada Pak Niko?" tanya Monik
"ada buk diruangan nya, tapi apa ibuk sudah ada janji"
Monik menautkan dahi nya, bisa bisa nya di bicara soal janji pertemuan di depan istri Niko
"sudah kok mba" ucap ku alih alih Monik ingin membuka suara
"he?" Monik nampak nya tak suka dengan jawaban ku barusan
"sebelum masuk bisa izin terlebih dahulu dengan sekre-
"Nyonya" teriak Yoga dari kejauhan yang membuat karyawan di hadapan kami berdua bengong tak percaya. mungkin dia bingung kenapa Yoga bisa memanggil nyonya kepada kami.
"sekretaris Yoga?" ucap ku
"mau ketemu tuan?" tanya nya
"iya apa mas Niko ada di kantor"
"ad-
"yaudah aku kesana terimakasih sekretaris Yoga" ucap ku semangat sebelum sekretaris Yoga menghentikan langkah ku
aku memasuki Lift sendirian karena Monik yang terlalu lambat sebab ia malah berbincang dengan Yoga.
saat sampai dilantai teratas, suasana di sana tampak sepi. jadi aku langsung saja berjalan ke ruangan yang bertuliskan CEO didepan pintu nya. Tanpa mengetuk aku langsung masuk ke dalam.
saat aku masuk ternyata disana sudah ada Alexi yang sedang berada di pangkuan mas Niko. mereka sedang b******u di hadapan ku. aku yang melihat nya langsung shok dan makanan yang aku bawa jatuh ke lantai dan menimbulkan kebisingan yang membuat kedua sejoli tersebut berbalik menatap ku.
Mas Niko yang sudah menyadari kehadiran ku pun langsung melepas ALexi dari pangkuan nya, dan aku yang sudah muak dengan mereka berdua memilih untuk kabur dari sana dari pada melihat suami ku yang sedang b******u.
Monik dan asisten Yoga yang sudah keluar dari lift hanya menatap iba ke arah ku.
aku masuk kedalam Lift dan memencet tombol paling bawah.
"nyonya saya ikut...." ucap Monik yang juga akan masuk namun tak bisa karena lift sudah tertutup.
sesampai nya di lantai paling bawah aku langsung berlari ke arah luar gedung dan menyetopkan Taxi yang lewat dan untung nya ada Taxi yang kosong aku pun langusng masuk kedalam sana.
"ayok pak jalan" ucap ku dengan air mata yang terus menerus mengalir tanpa henti
di dalam Taxi aku terus menerus maenangis aku merasa bodoh karena bisa jatuh cinta dan menaruh hati ku ketempat yang salah. aku pikir aku akan kuat melihat Mas Niko b******u dengan nay ternyata salah hati ku tak bisa meneriman nya.
Niko's POV
Satu Jam sebelum Tasya datang keruang Niko
aku yang masih ada dirumah sakit mendapati telpon dari Yoga asistenku untuk segera ke kantor karena ada berks penting yang perlu aku tinjau .
aku pun mengambil kunci mobil ku dan langsung bergeagas kesana.
sesaat aku sampai di ruangan ku benar saja Yoga sudah siap dengan berbagai kertas di tangan nya.
"selamat datang bro"
"mana yang perlu aku tinjau" tanya ku to the point lalu duduk ke singgah sanaku
Yoga memberiku kertas yang ada di tang nya aku membacasatu persatu dengan teliti sebelum menandatangi semua nya.
"kau sudah turun kesana kan?" tanya ku
"sudah tuan Boss"
"menurut mu mereka bisa di percaya"
"saya yakin dan perusahan ini benar benar memberikan kita Value yang bagus terbukti dari beberapa perudahan yang bekerja sama dengan mereka"
"Baiklah" aku menandatangi berkas itu
setelah selesai aku menandatangin nya terdengar suara wanita manja yang meneriaki namaku dari arah intu
"NIko sayang....." teriak nya ya aku tau siapa dia kalau bukan Alexi wanita yang beberapa hari ini aku tinggal
"kamu keluar dulu" ucap ku pada Yoga yang wajah nya tampak tak suka dengan kedatangan Alexi ketempat ku
"mau apa sih wanita ular tu" ucap yoga pelan namun masih terdengar di telinga ku
Alexi berjalan ke arah ku dan duduk di pangkuan ku dengan manja
"kamu kemana aja sih sayang aku merindukan kamu tau..."
"papa masuk rumah sakit dan mama juga"
"WHAT !! kenapa kamu nggak bilang aku sih sayang"
"aku takut kamu kepikiran dan jatuh sakit"
"kamu kenapa kemari?" tambah ku
"aku rindu sama kamu lah apa lagi" ucap nya sambil mengecup bbirku manja
"sayang aku kangen" ucap nya lagi dengan mengigit bibit bawah nya dan aku tau maksud dia.. dan jiwa kelakian ku tentu nya tak bisa menolak bagaimana tidak Alexi tersu menggesek kan tubuh diatas milikku.
"kamu mau disini?" ucap ku menggoda
dan ia mengangguk dengan wajah nakal nya.
"baiklah sayang, sesuai keinginan kamu" ucap ku lalu menyambar bibir nya dengan agresif dan menuntut.
Alexi adalah wanita yang pandai dalam bercinta ia selalu bisa membuat ku puas dengan gerakan gerakan nya yang menggoda.
dan sesaat kami sudah hampir sampai dengan titik kepuasan. tiba tiba ada suara benda jatug yang mengejutkan aku dan Alexi.
aku dan Alexi langsung melihat ke sumber suara dan ternyata disana ada TAsya yang sedang menatap kearah kami dengan wajah nya yang sedang menahan tangis..
aku melepas Alexi dari pangkuan ku dan mengejar Tasya. namun gagal karena TAsya sudah masuk duluan ke dalam Lift yang sayang nya hanya ada satu lift di diruanganku.
"kenapa Tasya bisa disini" tanya ku pada Monik dan Yoga yang juga sedang menatap ke arah Lift
"bukan nya tuan sendiri yang buat janji dengan nyonya tadi saat di rumah sakit" jawab Monik bodyguard yang aku pekerjakan untuk menjaga Tasya
"sekarang cari Tasya.!! cepat aku takmau di kabur dari ku !!!" ucap Ku dengan nada perintah dan memaksa
"baik tuan" ucap meerka berdua lalu segera mangkir dari hadapan ku
aku kembali kedalam ruangan ku yang disana masih ada Alexi yang masih duduk di kursi ku dengan pakaian nya yang masih terbuka/
"pakai pakaian mu"
"kenapa? kita belum selesai sayang" ucap nya lalu berjalan kearah ku dengan tubuh telanjang nya
"aku bilang pakai !!" ucap ku yang sudah muak
"kamu jahat !!!" Alexi memakai pakaian nya lalu segera pergid ari ruanganku tanpa berucap sepatah katapun
Dan aku tinggal sendiri di ruanganku dengan penyesalan yang aku buat...
"dulu aku merasa santai melakukan ini pada nya tapi kenapa sekarang aku merasa menyesal dan sedih melihat wajah nya tadi... kumohon jangan tinggalkan aku Tasya"
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
Terimaksih sudah membaca dan ayokk lanjut ke chapter selanjutnyaaaa
tinggalkan jejak di kolom komentar yaaa
maaf jika masih banyak kata kata yang salah :)
salam dari Pearl