Tasya's POV
Aku menangis di dalam Taxi. aku bahkan tak tau mau kemana aku pergi sekarang tak ada tujuan bahkan teman pun.
"ini mau kemana ya mba?" Tanya Pak supir yang dari tadi terus melirik ku lewat kaca.
"ke taman terdekat aja pak" ucap ku asal mungkin melihat taman akan membuat Mood ku lebiih baik
Tak lama Taxi yang aku tumpangi berhenti.
"kita sudah sampai mba" ucap Pak supir
"terimakasih ya pak" ucap ku lalu memberinya beberapa lembar uang warna hijau
"mba..." panggil pak taxi lagi sesaat aku ingin keluar dari mobil nya
"iya pak"
"menangis lah sekarang mba keluar kan semua nya tapi nanti jika mba sudah kuat lagi jangan keluarkan air mata lagi ya.." ucapan pak supir benar benar menenagkan ku
"terimakasih pak nasihat nya"
"iya sama sama"
setelah itu aku keluar dari mobil nya , Taman di siang hari benar benar pilihan terbaik untuk menengakan pikiran
karena susasana yang sepi dari pengunjung.
aku berkeliling keliling taman sampai ketika aku melihat sebuah danau di ujung taman . aku berjalan ke sana lalu duduk di tepi danau.
'ya tuhan apa aku tak pantas untuk bahagia?' tanyaku pada langit
.
.
.
Niko's POV
aku mengendarai mobil ku kerumah yang beberapa hari ini menjadi tempat berteduh Tasya. barangkali aja dia pulang.
di perjalanan aku terus menerus memikirkan nya rasa takut akan kehilangan terus menggebu di dalam pikiran ku.
'bagaimana jika ia kabur dan tak kembali? bagaimana? bagaimana? dulu aku tak takut akan kehilangan nya namun sekarang rasa itu ada...aku mungkin belum bisa menjelaskan dengan gamblang dengan nya tapi jujur aku tak bisa jika harus berpisah dengan dia sekarang'
sesampai dirumah aku langsung masuk tanpa mengertuk pintu didalam rumah ada Bik Mirna yang sedang sibuk menyapu rumah.
"ada apa tuan?" tanya nya dengan masih memegang sapu
"Tasya ada?"
"nyonya bukan nya ke tempat tuan...?"
"dia belum pulang?"
"belum tuan"
Rasa khawatir semakin menjadi aku rasakan, bahkan waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam Tasya masih belum juga pulang . semua pengawal sudah aku kerahkan untuk mencari nya namun tanda tanda keberadaan nya masih belum ditemukan .
semua bandara, Bis dan kereta sudah aku cek keberangkatan namun nama nya juga tak ada di daftar penumpang.
ketika aku akan keluar tiba tiba terdengar suara mobil dari arah luar rumah.
saat aku akan membuka pintu ternyata di sana ada Tasya.
AUTHOR POV
Tasya masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan Niko yang sudah berdiri didepan pintu dengan wajah nya yang merah seperti sedang marah.
"kamu dari mana?" Tanya Niko sesaat Tasya melewati nya
tasya tak menjawab ia terus melanjutkan jalan nya ke arah kamar nya.
"TASYA AKU TANYA KAMU DARIMANA?" teriak Niko
Tasya masih diam bahkan sekarang ia sudah hampir masuk kedalam rumah.
Niko yang kesal mengejar nya sampai masuk ke dalam kamar dan meraih tangan nya agar ia berhenti.
sesaat Niko meraih nya ia bisa lihat bahwa masih ada jejak air mata di pipi Tasya, bodoh ya itulah dia sudah menyakiti malah mau memberi sakit yang lebih lagi.
"maaf" ucap Niko lalu membawa Tasya ke dalam pelukan nya.
Tasya tak menolak bahkan berontak ia hanya diam bagai sudah tak ada nyawa lagi di dalam dirinya.
"Maaf kan aku, kamu boleh marah aku akan terima semua nya" ucap Niko lagi
capek ya itu jawaban nya , hanya Tasya tak ingin mengucap kan nya. ia kebih memilih diam.
"aku akan melakukan apapun agar kamu bisa memafkan ku, aku janji" ucap Niko sambil menatap wajah tasya.
Tasya menatap Niko.
"cerai kan aku" ucap nya lirih
"tidak dengan itu"
"kenapa? apa kamu belum bosan melukai ku?"
"aku tak akan melepaskan mu"
"aku ingin"
"tidak Tasya"
"aku akan terima kamu poligami , aku terima jika kamu lebih mencintai nona Alexi , aku tak akan marah aku terima semua nya... bahkan aku akan jadi istri yang baik buat kamu aku akan melakukan apapun untuk mu tapi ceraikan aku di 1 tahun pernikahan kita"
"tak akan aku lakukan Tasya"
"aku mohon , benar kata mama hubungan ini tak ada baik nya.. kamu hanya menyakiti 2 hati"
"aku akan adil"
"tapi tidak buat kami"
"aku berjanji"
"sekarang baru 2 hati bagaimana nanti jika anak nona Alexi sudah lahir akan ada hati ke 3 4 dan 5 yang kamu sakiti... apa kamu sanggup? sebelum masalah ini lebih rumit dan menyakitkan lebih baik di akhiri"
"Apa kamu tak pernah tanya tentang hati ku? kenapa kamu egois?"
"siapa yang egois, disini yang egois kamu.. kamu menginkan semua nya"
"aku mau kamu... aku nggak akan melepaskan kamu"
"aku mohon..." ucap Tasya yang sekarang sudah bersujud di hadapan Niko
"APA YANG KAMU LAKUKAN !!" bentak Niko
Tasya tak bergerak bahkan menjawab
"baiklah .. kamu mau kita bercerai kan baik aku akan lakukan itu tetap di usia pernikahan kita yang pertama kan? baik tapi sekarang kamu harus lakukan tugas mu sebagai istri!!"
TASYA'S POV
aku merasa senang karena Niko mau mengabulkan keinginan ku tapi perkiraan ku salah ia malah menggendongkan dan menghempaskan ku ke atas ranjang dan langsung menindihku dengan cepat sambil menyeringai.
aku masih bingung dengan apa yang akan ia lakukan sampai tiba tiba sebuah benda basah yang kenyal nan lembut menempel di bibirku membuat mata ku membelalak dengan sempurna dan aku membereontak.
aku terus memberontak namun lama kelamaan tenaga ku habis dan aku pun pasrah. saat dirasanya aku mulai kehabisan oksigen , ia meleapaskan ciuman nya di bibirku. dan memberiku ruang untuk meraup oksigen banyak banyak lalu setelah itu di lumat nya kembali bibir ku dengan agresif dan menuntut.
setelah lama bermain di bibirku, ciuman beralih ke leherku dan meninggalkan tanda kepemilikannya di sana yang membuatku mendesah tak karuan. aku tau ini bukan pertama kali nya ia mencumbui ku tapi rasa nya ini berbeda.
bibirnya yang sibuk memberi tanda kepemilikan di leherku sementara tangan kanan nya terus meremas pa**dara ku dengan kencang yang membuat ku lebih bersensasi.
"Hmmppp...hmpp.." aku mendeash tak karuan akibat permainannya.
dia bawah sana ia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil membuatku mendesah.
Dia melepaskankan ciumannya di leherku bangkit berdiri melepaskan pakaiannya sambil menatap ke arah tubuh ku yang hanya berlapiskan Bra dan celana dalam hitam berenda.
"aku merindukan tubuhmu Tasya" bisik nya dengan suara serak khas milik nya yang sialnya membuat nya malah tambah seksi terdengar di telinga ku.
Dia yang kini hanya memakai boxer milik nya berjalan kembali ke arah ku dan kembali menindih tubuhku.
"kau berada di kungkunganku , jangan berpikir kau akan lepas malam ini.. karena kau sudah berjanji dengan ku tadi" ucap nya kembali
"aku mohon jangan meninggalkan jejak?" ucap ku malu malu
"jejak? aku bahkan ingin membuat nya banyak dan melimpah ruah di dalam rahim mu" ucap nya penuh kemenangan
lalu meraup bibirku kembali sebelum aku berbicara lagi.
aku menangis dan kemudian masih berusaha memebrontak dengan sisa tenaga yang ada namun sialnya Niko malah mengikat tangan kiri ku dengan dasi miliknya.
"ja-jangan lakukan itu ku mohon" aku memohon kepadanya tapi sepertinya ia tak memerdulikan ku.
ia kembali melumat bibirku dengan kasar lalu perlahan melepaskan kairan Br* milikku dan meleparnya kesembarang arah. ia menurunkan bibirnya ke arah leherku lalu k kemudian ke payu**raku yang sudah ter ekspos di hadapannya.
awalnya ia hanya mencium dan mengecupnya lembut namun lama kelamaan kecupan itu berubah menjadikasar. ia menyedot nippl* ku sedangkan tangannya meremas pelan pinggullku. ia mulai memelintir dan meremas nippl* hingga aku merasakan puncak kenikmatan ku yang pertama. aku keluar hanya karena permainan nya di payuda**ku
sungguh Niko pria yang sangat pandai di atas ranjang.
Ciuman Niko berjalan semakin turun hingga akhirnya sampai di hadapan bagian yang paling sensitif milikku yang masih dilapisi celana dalam.
ia mengecup dan menjilatinya dari arah luar hingga celana dalamku terasa basah oleh jilatanny yang bercampur dengan cairanku. tak lama kemudian ia melepaskan celana dalamku dengan satu tarikan yang membuat celana dalam berharga ku koyak berantakan. dan sekrang aku benar benar sudah telanja** tanpa busana di hadapan nya..
ia mengelus bagian sensitif ku lalu bersuara
"kau bilang tak mau tapi kau sudah basah Tasya" ujarnya lalu tiba tiba mengehntakkan satu jari nya kedalam milikku yang membuat ku teriak tertahan di buat nya.
tak lama dari itu ia masuk dan keluarkan jari milik nya di dalam milikku ... perlahan lahan namun lama kelamaan gerakan nya menjadi cepat daan sekarang bahkan ia sudah memasukan dua jari nya kedalam milikku sampai membuat ku benar benar berada di ujung kenikmatan.
namun saat aku hampir mencapai kenikmatan ku ia menarik keluar jari nya dari dalam milikku dan kemudian menjilat kedua jari nya tanpa rasa jijik sedikitkupn sambil menatap ke arahku.
"Ahh... mas Niko" ucap ku kesal karena ia yang tiba tib amenarik keluar jari nya padahal aku yang sebentar lagi akan mencapai puncak. sekarang aku benar benar sudah seperti jala** yang meminta lambaian nya.
"kenapa sayang ku? kau ingin lagi" tanya nya yang tak lupa seringaian nya yang tak tertinggal.aku yakin ia sengaja melakukanitu kepada ku agar membuat ku sengasara.
"Mas...." teriak ku tertahan sesaat benda tak bertulang tiba tiba memasuki diriku. itu adalah lidah Niko.. ia menjilati bagian dalamku yang sudah basah tanpa rasa jijik.
"katakan padaku kalau kau menginginkannya" perintahnya kepadaku. yang membuat sudah tak bisa lagi menolak dirinya dan menuruti kemauan nya.
"ahhh... Mas NIko .. aku mau.." ucapku susah payah karena lidah Niko yang terus menerus bermain di area sensitif milikku ditambah oleh jarinya yang juga ikut bermain.
akhirnya setelah lama dalam keadaan seperti itu. Niko membiarkan ku mencapai puncakku yang kedua kali dengan lidah nya yang terus menjilat di area sensitif milikku sampai cairan yang aku keluarkan habis di jilat olelh nya. setelah itu bibirnya meraup bibir ku lagi. entah sejak kapan tapi seakrang Niko sudah tak berbusana sama dengan ku.
aku dapat melihat miliknya yang sudah panjang membesar serta beurat berada di bawah sana.
ia memposisikan dirinya dan kemudian mulai mendorong masuk miliknya ke arah dalam millikku yan membuatku merintih kesakitan.. aku tau aku sudah tak perawan lagi tapi rasa nya tetap sa,a saat ia menerobos waktu itu.
"ahhh... mas Niko sakitt.. pel pelan pe pelan ak..ahh..akhh.." Mas Nik tak menghiraukan ku ia malah terus mendorong miliknya agar bisa masuk ke dalam kepunyaanku.
"Shittt... bahkan kita pernah lakukan itu tapi kenapa punya mu masih sempit Tasya" ucap nya
ia terus mendorong miliknya namun benda perkasa itu tetap tak masuk seutuhnya, dan pada saat yang terakhir kalinya di hentak kan nya kuat miliknya hingga masuk sepenuhnya kedalam mlikku.
"akh..akk.. sakit ma... mas" teriak ku yang juga sudah menangis
ia mendiamkan miliknya di dalam Vagi**ku sebentar untuk menyesuaikan kembali dengan miliknya.
ia membelai rambut wajahku untuk menenangkan ku yang terus saj amenangis karena kesakitan.
"sshh.. jangan menagis bukankah habis ini akan lebih nikmat .. kau sudah tau bukan?"
isak tangisku mulai tergantikan oleh desahan ketika iamulai menggerakkan pinggulnya sehingga miliknnya ikut bergerak di dalam milikku. dengan cepat sambil sesekali mengerang dan meneriaki namaku.
sudah 2 jam ia terus bermain dengan milikku yang sudah basah karena sudah mencapai kenikmatan ntah udah keberapa kali. namun ia masih belum keluar.
"akhh... mas... mass... aku mau keluar lagii..."racauku yang takbisa menahan desahanku
"bersama sayang" ucap nya dengan suara serak dan berat miliknya
cairanku keluar begitu banyak tanpa bisa dikendalikan dan beberapa detik kemudian langsung disusul oleh cairan mas Niko yang juga kelaur. ia menekankan miliknya lebih masuk ke dalam membuat cairan milik kami menyatu dan ada juga yang keluar dari vagi** milik ku.
setelah beberapa menit mendiamkanmiliknya didalam milikku. akhirnya ia mengeluarkan benda perksa nya dan membuka ikatan dasi yang mengait tanganku dari tadi. lalu memposisikan dirinya di sebelahku dan menarik pingganggku dan memelukku erat dari belakang.
aku tidak memberontak karena sudah sangat lelah akibat permaianan keringat yang kami lakuakan lebih dari 2 jam yang lau. kehebatan nya dalam bermain ranjang belum pudar. ia masih sama seperti saat mengonyak keperawananku waktu itu.
aku tidak melepaskan pelukannya yang ada dipingganggku. karena jauh dari dalam lubuk hatiku aku juga ingin .. biarkan aku merasakannya tih 1 tahun lagi ini juga akan hilang.. jadi biarkan aku memilikinya sekarang.
saat aku ingin tertidur samar samar aku dengar ia berbisik halus di telingaku.
"kamu milikku sampai kapanpun Tasya... dengan atau tanpa persetujuanmu kamu tetap milikku" ujarnya mutlak dan setelah itu kami sama sama masuk kedalam alam mimpi.....
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Bersambung
2000 kata beh benar beanr kerja ekstra author malam ini.. semoga suka yaaa dan jangan lupa support author dengan memberi like dan komentar ..
see uu di next chapter seok hari :)
salam dari dunia halu Author pearl