Chap 42

1107 Words
Tasya's POV  Sinar matahari menerobos masuk di cela cela jendela kamar ku, yang mengusik tidur nyenyak ku.  saat aku terbangun ternyata Mas Niko masih ada di sisiku yang dengan posesif nya ia memeluk pinggang tu dari belakang. aku menggeliatkan tubuhku ke kanan dan ke kiri yang tak sengaja mengenai sebuah benda kenyal tak bertulang milik milik Mas Niko.  "kau menggodaku Tassya? kau tau dia kalau sudah bangun akan sulit untuk tidur jadi kau harus bertanggung jawab"bisiknya tepat di telingaku sambil menggesek gesekan miliknya di area belakang ku.  tak lama kemudian ia membalikkan tubuhku menghadapnya dan langsung menyambar dadaku yang sudah menantang. ia menghisapnya dengan lembut sambil tangannya bergerak menyentuh sesuatu dibawah sana yang kembali basah pagi ini. aku benar benar tak tahan sekarang aku menginginkannya lagi. aku menekannkan keapalanya untuk menghisap nippl* ku sambil meremas rambut hitam miliknya. "akhh mas Nikoo... akh..ahh.." aku bisa merasakan ia sedikit tersenyum saat aku mendesahkan naman nya kemudian menekankan kepalanya semakin dalam di dadaku. "kau menyukainya ?" tanya mas Niko dengan suara serak khasnya sembari ketiga jarinya mulai masuk ke dalam milik ku yang masih sakit karena pergelutan kami semalam. "arghh... akk.. mas .. mas.. Niko sakit...." lirih ku sesaat jari nya mulai keluar masuk dengan cepat di dalam milik ku.  ia menaikan wajahna yang awalnya berada di dadaku kemudian menyatukan bibirnya ke bibirku lalu melumatnya lembut. aku membalas ciumannya yang lambat laun mulai berubah menjadi menuntut sementara tanganku bergerak melingkar di lehernya. Tangan kanan nya meremas dadaku kuat sambil meremas nippl*ku, sementara tangan kirinya di letakkan di balik kepalaku untuk memperdalam ciuman kami. Tak lama kemudian ia kembali memindahkan ciumannya ke leherku dan meninggalkan tanda kepemilikan nya disana. sementara miliknya mulai ia gesekkan di depan milikku yang sudah sangat basah dari tadi. sekitar beberapa menit kemudian aku mencapai puncakku sambil meneriaku namanya. ia menunggu ku mulai tenang kemudian membuka suara beratnya.  "kamu sudah siap?" tanya nya sambil mengelus rambut ku.  aku menangguk kemudia ia mendorong miliknya masuk ke dalam milikku dengan pelan pelan dan sangat hati hati.  Namun miliknya yang sangat besar tak bisa masuk dengan sempurna. ia menarik kembali miliknya lalu dengan satu kali hentakan kemudian ia mendorong masuk miliknya kedalam milikku yang membuat aku teriak kesakitan. "Arghh.. mas.. Nikoo sakittt" lirihku ia kembali meraih bibirku sembari mendiamkan miliknya di dalam sana.  lalu beberapa menit kemudian ia mulai memompa milknya keluar masuk dari milikku.sementara itu aku yang sudah di landa kabut kenikmatan mulai meremas keras rambut nya meminta lebih lebih dan lebih.  kami terus melakukan nya, aku tidak tau pukul berapa sekarang. yang jelas kami baru tidur beberapa saat yang lalu setelah kami menyelesaikan 4 ronde kami., itupun karena aku merengek kecapek an pada Mas Niko., jika tidak ntah berapa ronde lagi kami akan bermain. Mas Niko masih ingin melakukan nya tapi aku berkata aku sudah lelah dan akhirnya ia mengalah untukku dan alhasil kami kembali tidur kembali.  . . . Tasya's POV Malam menjelang tak terasa aku pun membuka mataku yang sudah lelah karena permainan kami tadi pagi. saat aku mencoba menggerakkan tubuhku aku baru sadar bahwa milik mas Niko masih ada di dalam milikku  "ohh gilaaa..." ucap ku dalam hati 'bagaimana caranya aku bergerak kalau miliknya masih terbenam disana..' aku perlahan menarik tubuhku agar miliknya keluar dari sarang milikku... sesaat sudah terkluara aku pun ingin beranjak untuk ke kamar mandi. namun mas Niko malah menarikku kembali ke dalam pelukkan nya. "mau kemana?" tanya nya dengan suara serak khas kepemilikkan nya "ke kamar mandi mas" ucap ku yang mencoba ingin lepas dari dekapannya. "biar aku antar" ucap nya menawariku "aku bisa sendiri , toh ini bukannya yang pertama kali bagiku" ucap ku santai Mas Niko yang tadi nya masih menutup matanya sekrang menatap mataku dengan tajam. "Maksud kamu! kamu pernah dengan yang lain !" ucapnya dengan mata tajam nya yang siap memangsa jika aku salah bicara. "apa kamu lupa .. kamu yang pertama kali melakukannya dengan ku waktu itu"  "ahhh.." ucap nya lega "maka nya jangan banyak main dengan yang lain sampai lupa siapa saja yang kamu tidur" ucapku dengan wajah kesal ku lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosku dan mencoba berjalan ke kamar mandi dengan cara mengesot karena bagian bawah ku masih sakit. Mas Niko bediri lalu menyabar tubuhku dan menggendong ku ke kamar mandi lalu meletakkan ku di dalam Bathtup. dan menyalakan air hangat unttuk ku.  "terimakasih dan keluarlah" ucap ku "kau mengusirku?" tanya nya yang mencoba masuk ke dalam bathtup "mas keluarlah..."rengekku karena aku takut jika akan ada ronde selanjutnya yang terjadi di kamar mandi. "aku mau mandi juga" "nanti aku dulu, kalau nggak kamu mandi di kamar mandi luar saja" Mas Niko mengalah ia keluar dari kamar mandi namun sebelum keluar ia sempat bersuara "kalau sudah langsung keluar kita makan bersama, aku tau kamu belum makan dari tadi" "ya iyalah gimana mau makan kalau dia terus terusan memompa ku" dumel ku namun masih terdengar olehnya. 30 menit kemudian aku keluar dari kamar mandi, saat aku keluar tampak mas Niko yang sudah rapi dan harum duduk di sofa kamar. tampak ia memakain baju snatai warna hitam di tambah celana panjang warna cream dan sepatu sneakers yang menambah ketampanan miliknya. dan tak lupa Jam merk kenamaan luar berinisial R yang harganya bisa membuatku jungkir balik.  "mau aku bantu?" ucap nya saat melihat ku yang masih kesulitan jalan. aku menggeleng. "aku bisa sendiri" kekeuh ku walau sebenarnya aku kesusahan dalam berjalan karena bagian bawahku masih sangat perih.  Mas Niko mengangkat tubuhku yang masih dibalutti handuk lalu mendudukan ku diatas ranjang. "mau pakai baju apa?" tanya nya  "aku bisa ambil sendiri" jawabku yang ingin berdiri namun ditahan oleh mas Niko bahuku. "aku yang ambil , kamu duduk aja disini" "aku bisa sendiri mas" "aku yang maksa jadi kamu turuti saja" perintah nya. karena aku sedang malas untuk berdebat jadi aku membiarkannya memilih pakaian untukku.  lama ia berada di depan lemari pakaian milikku. sesekali ia mendumel karena pakaian ku itu itu saja. "kenapa pakaianmu ini ini saja yang aku lihat"  "emangnya kenapa?" "kenapa nggak belanja dengan uang yang aku beri" "baju ku masih banyak untuk apa aku menghambur hamburkan uang , lebih baik ditabung untuk masa depan ku nanti" "masa depanmu ada denganku"  "perjanjian tetap perjanjian mas Niko" ucapku lalu menyambar pakaian yang ada ditanganya lalu membawanya masuk kedalam kamar mandi. 'aku tetap dengan pendirian ku ... mau bagaimana pun tepat satu tahun pernikahan aku harus lepas dari nya' ucapku didepan kaca >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> Bersambung  baru kali ini nulis pagi pagi .... semoga suka dengan cerita ku dan jangan lupa beri support author dengan komentar dan like milik kalian. salam dari dunia halu buatan author Pearl :)  mari lanjut ke chapter berikutnya yang akan segera author update hari ini...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD