Chap 75

1020 Words
"mau apa lagi sih mas?" tanya Tasya dimana ia dan Niko sedang berada di kantin rumah sakit, setlah perdebatan panjang di koridor rumah sakit. "setelah lahir anak dalam kandungan mu akan ku ambil" "APA!!" TAsya memekik kaget "aku tau anak yang kau kandung anak ku" "siapa yang bilang, jangan ngaku ngaku mas" "mau di periksa?" tawar Niko sambil menyungingkan senyumnya "kamu apa apaan sih, datang datang ngakui ini anak kamu.. aneh!! apa kamu belum puas dengan anak dari nona Alexi? sampai anak ini mau kamu ambil juga?" "aku mau anak itu" tunjuk Niko tepat di perut Tasya. "aku nggak akan berikan mereka untuk kamu" "aku tak peduli pendapatmu" "kamu kenapa sih mas !! egois banget !! kamu belum puas nyakitin aku ha!! sampai sampai yang buat aku bertahan pun kamu ambil juga" Niko tak peduli ia sangat meninginkan anak yang di kandung oleh Tasya, Tasya merasa kesal ia menarik dirinya pergi dari hadapan Niko. ia menangis bahkan air mata nya terus bercucuran deras. menyesal sangat.. Niko menyakiti nya. pria egois itu tak bosan bosan menyakiti Tasya. 'Jika kau tak bisa aku dapatkan kembali, maka bagian dari mu harus jadi milik ku' ucap Niko setelah Tasya pergi. ** Niko pulang kerumah nya, baru saja ia menapakan kaki nya di halaman rumah. tiba saja papa nya datang dengan menamparnya cukup kuat. "papa?" Niko terkejut bukan main. "apa yang mau kau lakukan lagi?" tanya pak Hartanto -papa Niko "maksud papa apa? Niko nggak ngerti" "apa maksud kamu mengambil anak Tasya ha !! apa hak kamu Niko !!" "ohh soal itu, anak dalam kandungan Tasya anak Niko pa, jadi Niko punya hak atas mereka" "hak ? apa kamu lupa Niko.. kamu menceraikan dia" "iya Niko tau" "jadi pergi dari dia biarkan wanita itu bahagia jangan usik lagi dia" "maaf pa, tapi Niko tak bisa melepaskan Tasya begitu saja" "sebelumnya papa sudah peringatkan kamu kan !!" "iya pa Niko menyesal" "sudahlah.. papa pusing lihat kelakuan kamu yang labil ini NIko!!" ucap pak Hartanto lalu ia segera meninggalkan Niko sendiri. *** Tasya sedang menangis meratapi nasib nya yang malang., perkataan Niko tadi siang membuat mood nya memburuk sejak tadi siang ia tak makan. setiapa makanan yang masuk kedalam mulutnya selalu di lepehkan nya lagi. "nyonya kenapa nya?" tanya Bik Mirna "tidak bik papa bik" "nyonya mau makan apa?" "tidak bik , Tasya masih kenyang" Tiba Tiba Handphone Tasya berdering dan panggilan tersebut ternyata dari Risa -karyawan nya di Caffee "ada apa Ris?" ucap tasya setelah mengangkat telpon "bos?" "iya" barusan ada investor bos... investoor perusahaan besar" "maksud kamu Ris? coba jelaskan baik baik .. dan tenangkan dulu dirimu" Risa mengikuti saran Tasya sebab terdengar dari kejauhan Risa menarik dalam dalam nafas nya. "ceritakan" "tadi siang ada orang yang datang bos, mereka berpakaian setelan hitam metchy gitu. salah satu dari mereka menyamperin saya nanya Nyonya namun saya bilang nyonya sedang tidak datang karena sakit. ehh mereka malah ngajak Risa berbincang. dan dari perbincangan itu Risa simpulkan bahwa mereka ngajak kita untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka" "benarkah?" Tanya Tsya tak percaya, sebab Caffee nya masih tergolong baru. "iya boss.. besok mereka akan datang lagi. dan menemui bos" "baiklah besok saya akan datang pagi" ** Kesseokan harinya, Tasya sudah sehat bugar seperti biasa. rasanya perihal Niko sudah dilupakannya. ia sedang bersiap untuk berangkat ke kantor. setelah sarapan dan minum s**u hamil nya ia pergi ke caffee dengan di antarkan oleh Roni pak sopir pribadi nya. Sesampainya di caffee , Tasya di sambut aik oleh para karyawan nya. "nyonya katanya sakit kenapa masuk nya?" Tanya Tara yang baru keluar dari ruang masak "ehh.. Tara" Tasya menegur nya dengan ramah "nyonya di ruangan saja ya , soalnya hari ini pasti ramai" "baiklah terimakasih, oh iya Ris kalau mereka datang suruh mereka ke ruangan saya saja" "baik bos" jawab Risa dengan mengancungkan jempolnya. 11.15 Dua orang kemarin yang datang menemui Risa, datang kembali mereka berpakaian lebih rapi dari kemarin dan terlihat lebih menyakinkan. menurut Risa "siapa kalian?" "nona manis tak kenal saya?" "maaf, tapi apa perlu saya mengenal anda?" ucap Tasya tak kalah lebih savage "jadi kerja sama apa yang kalian tawari pada saya?"Tambah Tasya tanpa perlu menunggu lama. "kami baru saja buka usaha tapi apa kalian menerima? kami belum cukup profesional dalam tahap in" "tak apa, karena itula yang saya dan kelompok saya cari" "dari PT mana?" "saya dari PT Group H" "ohh begitu" "ini proposal yang ingin saya ajukan untuk kerja sama kita" "oh gitukah? baiklah boleh kita mulai?" tanya Tasya yang sudah geraj kelamaan di ruang itu apalagi di tambah Niko disampingnya. 1.30 menit kemudian sesi meeting yang dilakukan mereka sudah selesai. "besok surat kerjasama antara kita berdua akan saya antar" ucap polisi wanita setelah itu mereka pamit pulang, Tasya hanya menghantarkan mereka sampai depan intu ruangan nyam, dan setelah mereka pergi Tasya masuk kembali kedalam ruangannya. ia menyalakan TV di layar monitor milikya, di sana sedang menampilkan ibu ibu makan semangka , tiba tiba saja ia menjadi ingin memakan nya juga. namun untuk pergi keluar sangat tak mungkin untuknya. dan ia pun menelpon Tara untuk keruangannya sebentar. "Ada apa bos?" tanya Tara yang sekarang sedang berdiri di ambang batas pintu "tolong belikan aku semnagka warna ungu" "harus warna ungu ya nya, semangka biasa tak mau?" "lagi gak doyan, tapi ntahlah sekarang Tasya lagi ingin makan semangka ungu" "tolong ya Tar, kamu nggk mau kan lihat keponakan mu ini ileran" "tentu dong bos" "yasudah pergi beliin ya," "iya bos, Tara pamit" "hari hati Tar. *** Tara sudah sampai di sebuah supermarket, dan percayalah ini adalah supermarket ke 10 yang sudah Tara datangi hanya untuk sebuah semangka yang di request tadi warna nya ungu" semoga supermarket ini supermarket terakhir' ucap Tara dalam hati., saat masuk ia segera ke tenant buah. dan ia berjingkrak bahagia saat melihat buah semangka itu bertengger indah di etalas toko. Tara bergegas ke tempat yang ia lihat tadi, saat ia ingin menambil semangka itu. ia ternyata kalah cepat sebab ada tangan lain juga yang menginginkan nya. "kembalikan" perintah Tara "maaf tapi saya duluan yang ambil" "tapi aku duluan yang lihat" "cari yang lain aja, ini milik sya" "ini yang terakhir !!" >>>>>>>>>>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD