“Berikan semangkat itu” perintah Tara pada pria yang sekarang sedang memegang semangka yang di incar nya.
“Maaf nona tuan saya sangat mengibgunkan ini, jika tidak dia akan marah” ujar pria itu
“Bos aku juga butuh itu”
Pria itu tampak diam dan berpikir
“Gimana jika kita bagi dua saja?” Tawar pria itu
“Bagi dua?”
“Iya nona, jadi bos nona dan tuan saya dapat makan ini kan. Dan kita impas”
Tara berpikir lama, “hm baiklah kita bagi dua”
“Oke”
Mereka berdua menuju penimbangan buah.
“Tolong bagi dua ini buah” perintah Tara
“Baik mba”
Pegawai supermarket itu segera memotong dua semangka yang di bawa oleh Tara dan Pria itu.
Setelah itu memberikan ke mereka setalh di potong.
“Terimakasih” ucap Tara dan pria itu serempak
Mereka berdua berjalan bersama menuju ke kasir. Setelah membayar mereka berpamitan dan kembali ke tempat kerja masing masing.
Tara dengan wajah sumringah masuk ke dalam ruang Tasya.
“Boss... bosss ...” teriak Tara dari arah luar
“Benarkah?” Tasya begitu semangat membuka pintu ruangan nya.
“Ini bos...” Tara memberi semangka yang ia bawa tadi ke Tasya, Tasya pun menerimanya dan membawa masuk semangka itu ke dalam.
“Terimakasih Tar”
“Sama sama bos”
“Susah ya cari nya?”
“Nggak kok bos” ucap Tara bohong
“Syukurlah”
Tasya memotong potong Semangka itu lalu di bawa nya ke sofa.
“Kamu mau?” Tawar Tasya
“Bos aja yang makan, saya masih kenyang”
“Beneran nggak mau? Kamu loh yang bawa”
“Beneran nya makan saja”
“Yaudah terimakasih”
“Sama sama nya”
****
Sedangkan di tempat lain Niko yang dari tadi pengen makan semangka ungu akhirnya keinginanan nya tercapai saat Bosyguard yang disuruh nya tadi membawa semangka yang ia ingin kan masuk kedalam ruangan nya.
“Ini tuan” ucap ny sambil memberi semangka yang ia beli tadi
“Hm, letak saja disitu, dan terimakasih” ucap Niko , ia begitu gengsi untuk memperlihatkan wajah berbinar binar nya saat melihat semangka itu.
“Sama sama tuan” ucap bodyguard nya lalu permisi keluar ruangan
“Eh.. tunggu” panggil Niko
“Iya tuan?” Bodyguardnya kembali
“Yoga datang?”
“Belum tuan”
“Hm, baiklah kamu boleh keluar”
Niko tau betul sikap Yoga, pria itu tak pernah main main dengan ucapan nya.
Niko pun mengambil Hp nya dan memencet tombol memanggil dengan latar Nomor Yoga di sana.
Telpon nya terus berdering namun tak kunjung di angkat oleh Yoga.
“Hm. Dasar ngambekan” cercah Niko
***
Tasya yang sedang bosan turun dari ruangan nya, ia sebenarnya cuma ingin buang kebosanan nya.
Saat turun tatapan nya terarah pada seorang pria yang sedang bermain HP di pojok ruangan caffee nya.
“Bukan nya dia?” Tasya lama menatap pria itu, dan pria itu pun juga menatap ke arah Tasya.
Tasya berjalan ke arah nya lalu duduk di depan nya.
“Asisten Yoga?” Ucap Tasya
“Hai Tas, bolehkan aku panggil nama aja lagian kamu juga sudah nggak jadi istri bos gue”
“Iya iya boleh, dari dulu aku juga nyuruh kamu panggil nama kan”
“Dulu gue nggak enak, kan lo istri Niko”
“Tapi kamu panggil mas Niko dengan sebutan lo gue “
“Iya kadang kadang”
“Tumben kemari?”
“Nggak boleh?”
“Bukan gitu” Tasya melirik ke kiri dan kanan
“Tenang aja nggak ada dia” Yoga tau betul apa yang di khawatirkan oleh Tasya
“Kalian kan selalu berdua”
“Hm” dehem Niko
“Kamu kenapa? Ada masalah?”
“Nggak, sok tau”
“Iya maaf, kamu sudah pesan?”
“Sudah tapi belum diantar, aku pikir mereka sedang menggosipkan kita” ujar Yoga sambil melirik ke arah karyawan Tasya yang dari terus berbicara di belakang sana, mana wajah wajah mereka nggak ada yang bersahabat lagi melihat dia.
“Siapa?” Tanya Tasya
“Mereka” tunjuk Yoga ke orang orang yang di dapur
Tasya memutar kepala nya mengikuti yang di tunjuk oleh Yoga.
Karyawan Tasya pun jadi panik melihat Tasya yang juga melihat kearah mereka.
Mereka pun bubar dengan terburu buru, Tasya yang melihat nya merasa mereka begitu lucu. Ia pun tertawa.
“Kamu ketawa?” Tanya Yoga yang tak percaya dengan apa yang ia dengarkan sekarang
“Iya , emang aku nggak boleh ketawa?”
“Aneh aja”
“Kamu yang aneh”
“Umur lo berapa sih, lo manggil Niko mas panggil gue kamu kamu aja”
“Umur aku 25”
“Sudah kuduga”
“Emang kenapa?”
“Aku lebih tua dari mu, asal kau tau”
“Yaudah nanti aku panggil kamu dengan sebutan kakak aja jadi impas kan?”
“Oke” jawab Yoga cepat
Tak lama mereka berbincang, datang Tara dengan es americanodi tangan nya dan ia pun meletakkan ny di hadapan Yoga. Dengan tatapan sinis. Lalu pergi.
“Kenapa karyawan lo lihat gue kok sinis gitu”
“Mana aku tau”
“Gak bagus banget si pelayanan nya”
“Yaudah nanti aku tegur karyawan aku”
Di dapur
Tara Risa dan Reno sedang bergosip ria.
“Gue nggak suka banget lihat pria di depan itu, masih gantengan Dokter Rega” ucap Tara
“Sama ... tatapan dia jelek banget” celetuk Yoga tak mau kalah
“Bos kenapa si mau mau aja duduk sama tu orang”
“Terserah bos dong, kan yang punya hak diri bos sendiri” Risa mencoba mengahkan
“Yaelah Ris, lo kenapa si positif banget jadi orang” kesal Reno
“Emang kenapa, salah?”
“Iya lah, gue ngerasa negatif banget hidup gue di depan lo” ucap Reno
Hahahahahha.. Risa dan Tara tertawa bersama.
“Kenapa kalian ketawa ada yang lucu?”
Risa dan Tara saling tatap tatapan, mereka juga sendiri bingung apa yang mereka tertawakan.
****
Di tempat lain.
“Alexi kemana?” Ucap Pria bertubuh jakun dengan rambut putih yang sudah mendominasi
“Nggak tau pak”
>>>>>>
To be Continue