Chap 74

1207 Words
Yoga tak habis pikir dengan kelakuan Niko , kenapa sahabat nya ini tega melakukan itu. pada orang yang dulu pernah ia cinta orang yang dulu ia anggap segalanya. apa cinta secepat itu luntur? hanya karena sebuah kesalahan? "Niko .. kau tega !!" bentak Yoga. "Diam" ucap Niko yang tak kalah seram "lepaskan dia, gue tau dia sudah jahat sama lo tapi apa lo lupa siapa wanita itu!! kau lupa !!" "Aku tak peduli, kau tau karena dia aku meninggalkan Tasya !! karena akal licik dia !!" "kau nyalahkan dia !! diamana otak mu !! kau sendiri yang memilih.. kau sendiri Niko !! dewasa tolong kau bukan anak yang baru lulus SMA yang masih labil.. bahkan anak SMA lebih baik dari mu " "pergi .. jika kau membela nya .."Niko mendekat ke arah Alexi yang sdang kesakitan menahan payudaranya yang dari tadi terus berdenyut tak karuan. "kenapa kau kesakitan?" ucap Niko sambil menarik kuat dagu Alexi "kumohon lepaskan aku.." lirih Alexi "semudah itu? kau lupa apa yang kau lakukan sampai aku dan Tasya bercerai?" "maaf.. maafkan aku.. aku janji kali ini aku tak akan mengganggu kalian lagi.. aku serius" "tidak semudah itu Alexi" "Niko... apa kamu tega menyakiti ku? kau lupa bagaimana dulu kau mencintaiku? kau lupa saat dulu kau menjaga ku layak nya aku berlian di mata mu" "hahahaha.. berhenti bermimpi karena dulu dan sekarang berbeda, kbangun dari mimpimu!" "kau berubah !! kau bukan Niko yang ku kenal dulu !! kau jahat !! wanita siapapun tak ada yang pantas untuk laki laki hina sepertimu !!" ucap Alexi dengan suara nya yang lebih keras seolah menantang maut di depan nya. "KAU !!" Niko tersinggung dengan ucapan Alexi, di jolak nya wanita itu sampai ia tersungkur ke lantai. lalu Niko mengambil air dan menyiram Alexi dengan brutal sampai wanita itu basah kuyup. "NIKO HENTIKAN!!" teriak Yoga yang usdah tak tahan melihat Sahabat nya itu. ia menarik Niko menajuh dari Alexi. "Jangan Bodoh !!" "lepaskan gue !!" Niko berontak "nggak !! gue nggak mau lihat sahabat gue jadi pria b***t seperti tadi" "YOGA !!" "lo pergi kesana sama saja hubungan kita selesai, gue nggak akan jadi teman lo lagi !" ancam Yoga. Niko tak peduli ia sudah naik pitam, ia kembali ke Alexi wanita itu sedang bersimpuh dengan memeluk tubuhnya yang kedinginan.sedangkan Yog aia merasa di khianati ia pergi meninggalkan Niko, ia sudah tak peduli dengan pria itu. "ku mohon jangan sakiti aku.. anak ku masih bayi" ucap Alexi yang sudah bersimpuh di depan Niko "terus gue gimana ha !! lo egois banget !!" ucap Niko yang juga sudah berjongkok di depan Alexi. "aku minta maaf karena aku kebohongan aku kalian berpisah , maaf" "hanya itu!! hanya itu yang lo bilang !!" Niko menampar wajah Alexi cukup keras yang membuat wanita itu tersungkur ke belakang. Alexi begitu hancur, ia meratapi wajah Niko. apa benar pria ini pria yang dulu mencintai nya ? apa dia? "maaf" lirih Alexi dengan air mata nya yang tak berhenti luruh Niko terhentak hati nya, ia segera berdiri dan meninggalkan Alexi tak lupa ia meminta salah satu bodyguard cewek yang di pesan nya untuk mengganti pakaian Alexi atau memberinya selimut. ** Tasya sekarang sedang berada di rumah sakit lagi, tapi ia tak sedang di rawat melainkan sedang memeriksa kandungan nya. ia begitu semangat ketika benda dingin itu berselancar di perut nya, apalagi ketika di layar menampilkan jagoan dan princess nya sedang menyelam indah. "putra dan putri ibu sehat ya" "beneran dok?" "iya buk, dtingkat lagi ya buk nutrisi nya, karena sekarang ibu tak makan untuk seorang diri" "iya buk dokter" setelah puas melihat di layar Tasya turun dari ranjang dan kembali ke tempat duduk dimana disana sudah ada Rega yang juga menemani nya cek USG, namun Rega masih memberi privasi untuk Tasya. jadi ia hanya melihat anak Tasya dari layar monitor dari tempat ia duduk. "sudah?" tanya Rega sesaat Tasya sudah kembali "iya" "anak kamu sepasang, selamat ya sya" ucap Rega tulus "terimakasih, tapi gimana kamu tau?" "kan aku lihat dari sini" Rega menunjuk pada sebuah layar monitor yang ada didepan nya. "ihh curang" "hehe maaf , soalnya aku penasaran" "iya iya nggak papa. aku maafkan" Dokter Rini senyum senyum melihat kedua sejoli yang ada diepan nya ini. ia sangat kenal Dokter Rega namun baru kali ini ia melihat dokter yang seingat nya memiliki sikap dingin yang bahkan mengalahkan kutubb di salju itu tersenyum sumringah pada seorang wanita yang terbilang sedang tak sakit . sebab yang bisa membuat Rega tersenyum hanya pasien nya saja. bahkan ada julukan yang terkenal untuk nya, 'jika mau melihat dokter Rega tersenyum kepada mu maka kamu harus jadi pasien nya'. namun lihat lah sekarang ia tersenyum lepas pada Tasya. dan orang orang yang melihatnya pasti sangat tau jika tatapan yang dilayangkan dokter Rega adalah tatapan cinta. "dokter?" panggil Tasya "iya?" "dokter tidak mau beri saya penjelasan apa gitu.." tanya Tasya Dokter Rini yang seperti nya ketahuan sedang termenung, mengalihkan pandangan nya pada Dokter Rega. "kehamilan ibu Tasya terpantauu baik baik saja, nutrisi nya juga terjaga. namun jangan terlalu senang dulu ya bumil.. dimohon makan nya di jaga lagi jangan sampai lalai dan kondisi tubuh nya juga harus dijaga jangan sampai kecapek an apalagi yang seperti kemarin , untung saja dua sejoli itu kuat" ucap buk dokter Rini panjnag lebar. "hehe baik buk dokter" "apa ada yang mau ditanyakan?" "gini dok, awal awal hamil kan Tasya sering morning sicknees tapi kenapa sekarang sudah nggak ya" "itu biasa , dan bukankah jika tidak morning sickness lebih baik kan bumilku?" "bukan buk, rasa nya ada yang kurang aja. padahal dulu tiap pagi pasti sudah siap siap tu mau ke kamar mandi. sekarang sudah nggak lagi.. gimana ya ceritain nya seperti 'kita tu sudah terbiasa melakukan hal tersebut tapi tiba tiba nggak lagi' kan jadi rasanya ada yang kurang" "iya saya paham, tapi ibu hamil satu ini beda ya. baru kali ini ada pasien saya yang nanya kenapa nggak morning sickness lagi.. soalnya ini ya hampir setiap pasien yang datang tu malah minta obat untuk meredakan morning sickness mereka" Rega pun sama ia merasa gemas dengan penjelasan dari Tasya,dan ia tak bisa menyembunyikan itu di usap usap nya rambut Tasya gemas. dan itu tak luput dari perhatian buk dokter Rini. "REGA..." rengek Tasya "maaf maaf.. iya buk dokter lanjutkan lagi konsultasi nya" "kamu ni ganggu mulu, besok besok nggak usah ikut aku" "iya maaf kan aku sudah minta maaf sya" "ya sudah aku maafin" 'ya tuhan kenapa aku dsini!! mana lakik masih di luar kota lagi, benar benar ni dua orang nggak bisa lihat situasi' dumel buk dokter dalam hati "buk dokter terimakasih sudah beri konsultasi nya" ucap Tasya "iya sama sama, jadwal kita bulan depan lagi kan?" "iya buk, kata suster nya tadi boleh tiap bulan" "iya oke, sampai jumpa minggu depan nona Tasya" "iya buk dokter, terimakasih saya permisi" ucap Tasya lalu meninggalkan tempat dan diikuti oleh Rega dari arah belakang. saat mereka sudah berada di luar ruang konsultasi kandungan, Ternyata ada Niko yang sedang duduk dan menatap tajam ke arah Tasya. Tasya menghiraukan Niko namun ia terlambat karena Niko sudah menahan nya. "mau kemana?" "lepas" ucap Tasya "lepas kan Tasya" Rega menarik tangan Tasya satu nya lagi. "lepas tangan dia atau gue buat keributan di rumah sakit ini" >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> To be Continue
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD