Pagi ini Tasya sudah di perbolehkan untuk pulang.
ia dan bik Mirna sedang bersibuk berberes pakaian dan peralatan Tasya selama ia di rawat.
"bik pak Roni gimana sudah baikan? Tasya mau lihat pak Roni bik"
"bapak syukurnya sudah lewat masa kritis nya nyah, dan masih di ICU. nyonya tidak boleh kesana kan nyonya sekarang sedang mengandung. tidak baik nyah"
"iya sih bik, maaf ya bik gara gara Tasya bapak kenapa kenapa"
"nggak papa nya, ini sudah takdir"
tiba tiba Pintu ruangan nya tiba tiba di ketuk oleh seseorang. Tasya menoleh ke arah pintu dan disana sudah ada Niko yang sedang berdiri didepan pintu ruangan yang emang tidak tertutup, ia menunggu respon dari Tasya.
"Mas Niko" ucap Tasya, Bik Mirna ikut menoleh namun ia tak terkejut dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.
"Kamu hari ini sudah boleh pulang?' Tanya Niko yang masih setia berdiri di depan pintu kamar ruang inap Tasya.
"iya mas"
"boleh aku masuk"
"hm .."
"Nyonya.." bik Mirna menarik Tasya untuk menjauh.
"ada apa bik?" Tanya Tasya bisik bisik takut Niko mendengar
"nyonya kenapa masih menerima tuan?"
"aku tidak menerima nya bik"
"tapi gelagat nya, nyonya"
"tenang aja bik aku masih bisa menahan nya kok"
"bibik tidak terima nyah kalau nyonya masih di sakiti tuan"
"iya bik, Tasya janji mas Niko tak akan menyakiti Tasya lagi, makasih ya bik"
"HEMMM..." Niko berdehem cukup keras yang membuat Tasya dan Bik Mirna sadar. mereka kembali keluar dan melihat Niko yang masih setia berdiri di depan pintu ruangan Tasya.
"maaf mas" ucap Tasya tak enak hati.
"mau aku bantu ?" Niko menawarkan diri.
"tidak mas, Tasya bisa sendiri" Tasya menolak
Niko hanya memperhatikan Tasya dari jarak jauh, wanita itu sedikit kesulitan saat mengangkat barang dan disitu Niko mengambil kesempatan membantu Tasya, dan untungnya Tasya tak menolak.
"biar aku aja ya angkat" tawar Niko sambil menunggu jawaban Tasya
Tasya mengangguk.
Tak lama Rega datang.
"sudah sya?" tanya Rega, ia tak nampak jika ada Niko di sana.
"belum semua ga" ucap Tasya
"sini aku bawa ke mobil yang sudah" Rega ingin mengambil barang milik Tasya namun di tahan oleh Niko
"eh.. lo? mau apa kesini? oohh mau ajak tasya balikan iya? setelah cerai dengan bini sirih lo lo mau mungut Tasya lagi iya? "cercah Rega dengan meninggikan suara nya.
Niko yang merasa tak senang dengan ucapan Rega ingin menonjok wajha pria tak tau diri itu.
"LO!!"
"ehh jangan ..." Tasya berteriak agar Niko berhenti
"dia kenapa disini Sya?" tanya Niko
"gue yang seharusnya nanya kenapa lo bisa disini" ucap Rega tak mau kalah
"gue... guee" ucap Niko gugup , bibirnya tiba tiba terasa kebas.
"sudah ya tuan Niko Hartanto tolong jangan ganggu Tasya lagi, dia mau bahagia"
"Siapa lo yang nyuruh nyuruh gue ngejauh dari Tasya"
"gue nggak nyuruh lo , tapi bukan nya dulu lo sendiri yang minta Tasya menjauh. sekarang Tasya sudah jauh malah lo yang mendekat. gimana sih labil jadi cowok"
"Mulut lo seperti cewek !!" mereka berdua beradu mulut seolah tak ada yang mau mengalah. Tasya sudah begah.
"BISA BERHENTI NGGAK!!" teriak Tasya
sontak saja mereka berdua berhenti, dan menatap ke arah Tasya.
"aku antar sekarang ya" ajak Rega
"nggak sama aku aja ya" Niko menarik tangan Tasya
"pleasee jangan tarik tarik" ucap Tasya , dan bibik yang ada disana langusung mengambil inisiatif menarik Tasya menjauh dari mereka berdua.
"maaf mas, aku pulang dengan Rega" ucap Tasya lalu keluar.
Niko speachless ia merasa di tolak dan itu membuat nya sakit. sedangkan Rega ia merasa menang dan menyusul Tasya dari belakang.
Niko memeperhatikan Tasya dari jendela kamar Tasya, ia melihat Tasya di tuntun masuk oleh Rega membuat hatinya merasa panas . namun ia tak bisa berbuat apa apa Tasya bukan milik nya lagi dan ia tak punya hak untuk menghalang Tasya.
dan rasa penyesalanitu pun timbul kenapa dulu ia dulu ia meninggalkan istri nya dan membuat mereka menjadi terpisah seperti ini.
"aku akan membuat mu kembali kepada ku lagi Sya, apapun cara nya"ucap nya pada dirinya sendiri.
Setelah Tasya pergi Niko keluar dari kamar Tasya dan masuk ke lift , lalu memencet nomor 12, dimana di sana adalah ruangan direktur utama rumah sakit.
Tingg....
Pintu lift terbuka.
Niko berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut dan saat ia masuk pak Heri selaku Direktur Rumash sakit sudah menunggu nya sejak dari tadi.
"silahkan duduk tuan Niko" ucap pak Heri mempersilahkan Niko
"yang aku pinta ada?"
"iya pak ini" Pak Heri memberi Niko sebuah amplop coklat yang disana tertulis hasil rekap medis Adara Tasyani.
"bacakan" perintah Niko
di sana mereka tak hanya berdua ada salah satu dokter utama yang dipanggil, yang tentu nya dia adalah dokter yang merawat Tasya.
"nona Tasya sekarang sedang mengandung dan memasuki usia kandungan minggu ke 21, dan kecelakaan kemarin untungnya tidak berakibat ke pada anak dalam kandungan nya, hanya memar di sekitar tangan nya saja"
jelas pak dokter
Niko mengangguk setuju, ia mengambil amplop coklat tersebut dan berjalan keluar meninggalkan ruangan..
"bos ..." ucap Yoga setelah Niko keluar dari ruangan
"lo disini?" Niko terkejut dengan kebaradaan Yoga yang tiba tiba sudah ada di depan ruangan
"iya tadi gue ngikutin lo"
"hm"
"gue ikut lo" ucap Yoga sambil mengikuti pria itu dari belakang.
Niko tak menjawab ia menapakan kaki nya ke arah lift.
Yoga sangat tau jika bos nya ini sedang sedih tampak dari wajah nya yang sangat lusuh.
**
Di perjalanan.
'kenapa kamu datang lagi sih mas, aku takut takut jika jantung ini berdetak tak normal jika bersama mu, aku takut mas.. sangat' ucap Tasya dalam hati sambil melihat ke arah luar jendela.
"kamu kenapa Sya?" Tanya Niko
"nggak" jawab Tasya singkat
"mau beli sesuatu dulu?'
"nggak Ga, kita pulang saja"
"Hm oke"
**
Niko dan Yoga sekarang berada di mobil yang sama dengan Yoga yang menyetir.
"kita mau kemana bos?"
"Basecamp"
"apa yang lo lakuin disana?"
"ke sana saja"
"oke"
Yoga menyetir mobil nya menuju tempat yang Niko pinta, Basecamp mereka. dulu tempat itu adalah tempat biasa mereka melepas penat sepulang sekolah. tidak hanya Niko dan Yoga melainkan masih ada satu lagi teman mereka. mereka sudah tak bersama sama karena masalah masa lalu yang membuat ia pergi.
semsapinya di Base camp Niko dan Yoga turun lalu masuk kesana.
sesaat masuk Yoga begitu terkejut ketika ada wanita dan pria yang diikat di salah satu kursi disana.
"NIKO !!" teriak Yoga
"diam ga, gue nggak butuh pendapat lo"
"lo gila ya ha !! Niko gue yang dulu nggak sebejat ini !!"
"gue nggak akan ngelakuin ini kalau mereka tak mengusik ku !!"
salah satu darimereka sadar .
"kumohon maaf kan aku .. aku janji aku tak akan mengganggu kalian lagi .. aku janji " ucap wanita itu susah payah karena dadad nya yang sudah sakit di tambah pakain depan nya yang sudah basah karena ia terlambat menyusi anak nya dan membuat payudaraa nya membengkak dan mengeluarkan air asi nya sendiri.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
To be Continue