bab 11

791 Words

Langit pagi di luar jendela rumah sakit sudah berubah menjadi warna oranye pucat, cahaya matahari menembus tirai tipis, menimpa lantai keramik yang dingin. Ruangan itu masih sunyi, hanya terdengar suara mesin infus yang berdetak pelan dan napas teratur Ratna yang masih tertidur. Celine duduk di kursi dengan tubuh sedikit membungkuk. Rambutnya berantakan, matanya sembab, tapi pandangannya tertuju pada ibunya yang terbaring di ranjang. Tangannya masih menggenggam jemari ibunya, seakan takut jika ia melepaskan, sosok itu akan menghilang. Ibunya sudah di pindahkan ke ruangan biasa, karena kondisinya sudah lumayan stabil, namun belum juga sadarkan diri. Edward berdiri di sisi lain, kini sudah melepas jasnya dan hanya mengenakan kemeja putih yang lengan panjangnya digulung hingga siku. Ia mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD