bab 10

1104 Words

Suara hujan masih terdengar di luar, menetes pelan di talang rumah ketika ponsel Celine tiba-tiba berdering keras di meja. Ia refleks meraihnya, namun tatapannya langsung berubah tegang ketika melihat nama yang tertera di layar. “suster”. “Halo, suster?” suaranya pelan, agak ragu. Namun yang terdengar di ujung sana. "Mbak Celine?” Dada Celine langsung mengencang. “Iya, saya. Ada apa, mbak?” “Saya mau memberikan informasi, kalau ibu anda barusan collapse di rumah sakit. Sekarang sudah di tangani di ruangan ICU.” Deg Jantung Celin berdebar menyepat. Seolah ada yang menampar keras, Celine langsung menjatuhkan ponsel di sofa. Napasnya tercekat, lututnya lemas. “Ya Tuhan…” Suara pintu kamar terdengar terbuka. Edward keluar, masih dengan kemeja kerja yang tadi ia gantung setengah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD