“Maaf mengganggu waktu Anda, Nyonya.” Steve mencoba menekan nada bicaranya agar tidak kentara sedang terkejut. “Ah, tidak apa-apa, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” Wanita di seberang telepon menanggapi ucapan Steve dengan suara serak. Namun, ramah meskipun sesekali wanita tersebut menguap. “Nyonya, apakah ….” Steve menggantung ucapannya karena samar-samar mendengar seruan seorang laki-laki sedang melayangkan protes kepada wanita yang diajaknya berbicara di telepon. Napas Cindy dan Rachel tercekat saat mendengar suara dengan nada protes dari laki-laki tadi. Tiba-tiba d**a Cindy terasa sesak karena mengira bahwa orang yang dicari-cari oleh Tere sedang bersama wanita lain di tempat yang tidak dia ketahui. Entah karena apa, perasaan Cindy menjadi sentimentil begini. Dengan mempertahankan na

