Bibir Jonathan dengan kasar melumat dan mengeksplor rongga mulut Cindy. “Aku akan menghapus semua jejak yang ditinggalkan oleh laki-laki lain di sekujur tubuhmu,” ucapnya geram sesudah menjauhkan bibirnya. Air mata Cindy sudah menetes karena perih pada bibirnya akibat tindakan brutal dan perlakuan hina Jonathan. “Joe, apa yang kau bicarakan? Tidak ada jejak laki-laki di sekujur tubuhku. Kau sedang mabuk, Joe!” belanya dengan nada bergetar karena takut. “Benarkah? Lalu yang aku lihat tadi di dalam kelab apa? Aku tidak mabuk, Cindy! Saat ini aku masih dalam keadaan sadar penuh!” bentak Jonathan sambil sebelah tangannya merobek pakaian bagian atas Cindy. Tanpa menunggu lama dia langsung mengecup kuat leher Cindy. “Argh!” teriak Cindy karena rasa perih yang menyengat lehernya. “Joe, aku dat

