Sepasang mata jeli sedang memerhatikan wanita yang masih tidur meringkuk seperti janin. Mata tersebut tidak mau melepaskan perhatiannya sejak setengah jam lalu terhadap obyek yang ditatapnya. Dia sudah sangat menantikan sekaligus merindukan pancaran sorot mata lembut dan meneduhkan milik wanita yang sedang diamati tidurnya tersebut. Dia ingin menjadi orang pertama melihat mata yang masih setia terpejam itu terbuka. Dengan langkah kecilnya dia berjalan menghampiri ranjang dan menaikinya. Dengan penuh kehati-hatian dia ikut berbaring menyamping menghadap wanita yang telah menjadi sandarannya tersebut. Bahkan, dia sampai menirukan gaya tidur wanita yang sangat berpengaruh dalam hidupnya itu. Tidak bisa menahan keinginan dan kerinduannya, akhirnya dengan hati-hati tangan mungil itu menyentuh

