“Astaga kamu ngerti gak sih, ucapan kamu bikin aku mikir hal lain!” Taran memiringkan kepala kemudian alis berkerut di ujung, “Hah…gue cuma mau bantu Om doang kok,” saat itu Faten baru teringat jika istrinya sekarang meski usia kronologisnya 30 tahunan tapi secara kedewasaan mental baru berusia 13 tahun. “Maaf, aku salah,” Faten menundukan kepalanya merasakan suhu hangat dari tangan Taran yang membelai kasar helai rambut nya “Btw, Om gue penasaran gimana kita bisa nikah?” Taran melihat wajah Faten kedua bola matanya membulat terlihat kornea mata kecoklatan indah nan lembut di hiasi bulu mata lentik “ Kamu begitu cantik bagaimana bisa pertanyaan konyol itu muncul?” Faten meraba paha istrinya, ia merasakan kembali sensasi hangat terasa menjalar ke seluruh tubuh “Setiap melihatmu bagai

