Louis menatap datar orang-orang yang mati di hadapannya, "Fero, bawa nona kalian pergi dari sini." titahnya tanpa mengalihkan pandangan. Aria yang masih syok hanya bisa menuruti perintah Louis, dia menundukkan kepalanya dalam tidak ingin melihat pemandangan mengerikan itu. Bau anyir darah begitu menyengat di seisi ruangan. Jay mengernyit heran, tatapannya mengikuti langkah kaki Aria. Setelah wanita itu benar-benar pergi Jay sudah tidak sabar untuk bertanya. "Hey.. Bro, siapa wanita tadi?" Louis menoleh kearah Jay menatapnya dingin, "Apa urusanmu?" "Tidak ada, hanya saja aku bingung. Bukankah kau akan menikahi Stella? Lalu setelah ku perhatikan tadi, sepertinya kau mengurung dia." Louis mendesah lelah. Dia menundukkan diri pada kursi besar, sedangkan para anak buahnya membersihkan maya

