Alexandria Dion POV
Aku membuka mataku sesaat Aku mengamati pemandangan sekelilingku, bibirku terangkat membantuk sebuah senyuman tatkala ingatan akan malam tadi kembali terngiang di kepala ku sebagai kenangan terindah.
Rasanya masih mustahil bagiku bertemu kembali dengan Louis, Aku kira malam itu akan menjadi yang terakhir nyatanya tidak.
Tanganku mengerat memeluk selimut yang menutupi seluruh tubuh ku yang tidak memakai apapun dibaliknya.
Aku melirik kearah sisi kasur lainnya, rupanya Louis sudah bangun lebih dulu, buktinya pria itu sudah tidak ada ditempat sebelumnya.
Setelah mengumpulkan seluruh kesadaran ku, akupun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri sekaligus merilekskan badanku yang sedikit terasa pegal-pegal.
Setelah Mandi kukira aku akan memakai Baju yang semalam ku kenakan, Ternyata tidak. Louis telah menyiapkan satu stelan baju yang berada di paper bag Di meja dekat tempat tidur.
Sebuah dress yang sangat cantik, sepertinya Louis memang sangat berpengalaman dengan wanita hingga tau macam-macam selera wanita.
Menyadari hal itu aku tersenyum kecut, lagi-lagi manusia tidak tahu diri ini berhalusinasi terlalu tinggi.
Lagipula Jika memang Louis menyukaiku Dia tidak mungkin pergi meninggalkan ku sendiri di hotel Setelah malam Kami. Kenyataan yang terlalu pahit.
Beberapa saat kemudian, sebuah tangan memeluk pinggangku dari belakang, Karena terkejut tubuhku jadi menegang beberapa lama.
Sampai Suara sexy seorang Pria berbisik di telingaku, mematahkan semua argumenku sebelumnya.
"Kau lapar? Kita akan segera pergi, bersiaplah!" bisik nya.
Aku membalikan tubuhku menghadap kearah Louis, tangan Louis malah semakin mengerat membuat tubuh ku Dan tubuhnya saling bersentuhan.
Ku beranikan diri mengalungkan lenganku dilehernya, "Jangan menggodaku Aria atau kupastikan kau tidak akan bisa berjalan selama 3 hari"
Aku tersenyum mengejeknya, kenapa dia bisa sangat percaya diri? Sebaliknya, akan ku buat miliknya tidak akan bisa melemas.
Ah.. Membayangkannya saja membuatku ingin melakukannya lagi, tunggu! Kenapa aku menjadi m***m? Ini pasti karena kemesuman Louis yang menular.
"kau akan membawaku kemana?"
Dia menyeringai, "ketempat yang akan mengurung mu selamanya"
Aku mengernyit tidak mengerti namun setelah itu aku tertawa, lelucon macam Apa itu? terdengar sedikit menakutkan.
Aku melepaskan pelukannya dan beranjak memunguti pakaian ku yang berserakan akibat kegiatan semalam.
"Kamu tidak perlu membersihkannya, biar pelayan yang akan mengurusnya" Katanya sambil mengangamatiku.
Aku mengabaikannya, lagipula ini kan pakaian ku, kenapa harus orang lain yang membersihkannya.
"Sudah kubilang bukan, letakan saja! Biar pelayan yang merapihkan nya!" Katanya lagi, namun aku mendengar Ada rasa kesal Di kalimatnya.
"Untuk Apa orang lain yang membersihkannya sementara aku bisa memalukannya sendiri." akhirnya aku menjelaskan pada Louis.
Bukannya mengerti, Pria itu malah terlihat semakin kesal, "memangnya kenapa?! Kau itu calon nyonya Logan, tugasmu hanya melahirkan anak-anak ku dan membesarkannya!"
Baju yang sedang kupunguti tadi terjatuh akibat tanganku yang tiba-tiba saja terasa kaku, aku mematung ditempat. Apa aku tidak Salah dengar? Calon nyonya Logan Katanya.
Rasanya sangat senang. Tapi Setelah itu aku kembali menepis semua angan-angan Dan harapanku yang terlalu tinggi. Bisa saja pria itu hanya bercanda saat mengatakannya.
"Kau yakin Sekali aku mau melahirkan Anakmu." cibir ku
Mendengar jawabanku, Dia malah Tersenyum lebar, "tentu saja, malam tadi aku sudah membuatnya lagi. Tinggal menunggu kehadirannya Di dalam janin mu, Jika dia belum hadir juga. Aku tidak masalah melakukannya lagi hingga ribuan Kali." jawabnya lalu tertawa.
Aku membelalakkan mataku, melempar semua benda yang bisa kuraih lalu melemparkannya kearah Louis.
"DASAR m***m!!" teriakku menggema.
Dan Bukannya menghindar Louis malah semakin melangkah maju kearah ku sampai Dia berhasil mendekap ku.
"barusan mengenai dia, kau harus bertanggung jawab!"
_____________________________________
E-LOUISE LOGAN POV
"Semuanya sudah siap tuan, hanya tinggal menunggu perintah anda."
Aku tersenyum puas, "Aku akan sampai 2 jam lagi."
Kataku langsung mematikan sambungan teleponnya, aku kembali tersenyum saat melihat Aria yang sedang Tidur dengan pulas di sampingku.
Aku merapihkan anak rambut yang menutupi wajahnya, "kau tidak akan bisa lepas dariku, Sayang. "
Aku kembali menekan beberapa digit angka di ponsel ku yang langsung terhubung dengan pamanku.
"Xavier.. Aku membutuhkan beberapa anak buah mu yang bisa mengawasi wanitaku." Kataku tanpa berbasa-basi.
"kau bisa bayar berapa?"
"US $57,680"
"Angka yang bagus, bagaimana dengan US $58,000 dan untukku US $28,500"
"Hei paman tua, Apa kau tidak malu memeras ku? Untuk Apa orang sepertimu memerlukan Uang receh dariku?"
"Kau bobol saja Brankas Ansel, sepertinya Pria tua itu sedang kebingungan menghabiskan uangnya."
"hahaha dasar anak licik, kau pasti sedang mengejekku!" terdengar suara tawa di sebrang sana
Aku tertawa keras, "tepat, dasar paman tua tidak berguna. Membobolnya saja kau tidak mampu, Dan sekarang kau tidak malu menyebut dirimu seorang mafia besar? Kirim saja orang mu, Aku akan membayar berapapun yang kau Minta asal mereka tidak mengecewakan. Kau tahu kan Jika mereka melakukan kesalahan?!"
"wah.. Aku tidak menyangka anak ini sekarang sudah pintar mengancam!"
"kau akan tahu semua hal yang bisa Keluarga Logan ini lakukan. " kataku dengan sombong.
TBC