SAUDADE #Chapter 12

739 Words
Suara musik yang sangat keras memenuhi ruangan, udara disana sangat dingin tapi para tamu yang hadir malah merasakan sebaliknya. Mereka gerah. Apalagi saat memandangi tubuh para wanita yang bekerja disana menari-nari disebuah tiang. Alunan musik yang dimainkan oleh DJ memenuhi ruangan, musik dimainkan begitu keras hingga memekakan telinga, banyak para wanita menggoyangkan tubuhnya ditengah keramaian, begitu pun para pria, mencoba mencari kesenangan dari sana. Bau alkohol begitu menusuk, penerangan di ruangan itu cukup padam tapi mereka masih bisa melihat dengan cukup jelas, disana lah Aria bekerja. Disebuah Bar yang lumayan terkenal di daerahnya. Hari ini adalah hari ulang tahun bar tempatnya bekerja yang ke 12. Banyaknya mobil berdatangan memenuhi parkiran, akan ada pesta besar-besaran dan para orang penting di Boston akan hadir, termasuk para pengusaha, selebriti dan pejabat kota. Dan hari ini dia akan bekerja lebih keras dari hari biasa, awalnya Aria ingin izin untuk hari ini, tapi karena beberapa alasan salah satunya ekonomi, dia mau tak mau harus bekerja demi mendapat gaji lembur. Ia berjalan masuk kedalam kumpulan orang sedang bergoyang di lantai. Sudah tak terhitung jari pria yang menggodanya saat dia mengantarkan minuman, dari sekian banyak pria mapan yang mengajaknya tidak satupun dari mereka yang membuat Aria tertarik. Aria hanya tersenyum dan menolak ajakan mereka dengan sopan, setelah mengantar minuman ke sebuah ruang VIP Aria beristirahat sebentar di ruang penyimpanan minuman. Dia bersandar sejenak di dinding sesekali menghembuskan nafasnya terdengar begitu lelah, sampai seorang pegawai barista lain berteriak heboh memasuki ruang penyimpanan minuman yang sama dengan Aria. Sambil bertingkah heboh barista itu berkata, "ASTAGA KING DATANG! KING DATANG!!!" Barista lain yang ada disana begitu kegirangan Dan bertambah semangat begitu mendengar ucapan barista itu. Sedangkan Aria hanya mengernyit aneh, 'Siapa king?' batinnya bingung, kenapa mereka Harus heboh karena kedatangan seorang tamu? Mungkinkah tamu itu begitu spesial. Barista yang memberi kabar Tadi memerintahkan semua barista lain yang berada disana untuk kembali bekerja dan menjamu tamu. Begitupun dengan Aria, Dengan langkah lambat ia keluar dari Ruangan itu kembali menuju Ruangan yang begitu gaduh akibat suara musik yang sangat keras. kepalanya sedikit pening karena telinga nya terus berdengung oleh suara musik yang begitu memekakkan telinga. Aria heran pada orang-orang yang bisa bergoyang dan menikmati musik dan suasana di bar yang terlihat sangat kacau dan padat. bahkan hanya dengan berdiri di ruangan itu sudah membuat dirinya merasa sesak. Yah, Aria tahu jika semua orang yang datang ke bar adalah orang-orang yang ingin mencari pelampiasan. mungkin saja kepala mereka memang sudah pusing sebelum datang kemari. Aria tidak tahu bagaimana perasaan dan apa yang mereka alami, jadi dia tidak memiliki hak untuk menilai mereka. Semua orang sedang pesta gila-gilaan malam ini, bar sangat ramai sampai rasanya sangat sulit untuk berjalan mengantar minuman-minuman para pelanggan. Namun baru saja dia sampai di ruang pesta Bar, Dia mendongakkan kepalanya Dan langsung bertemu dengan manik Mata yang begitu ia rindukan, ia Kira ia tidak akan Pernah bertemu dengan Pria itu lagi. Entah keajaiban darimana kini Pria itu berdiri di hadapannya, menatapnya dengan senyuman yang begitu menawan. "kamu--?!" "I found you, Darling!" Katanya membisikan di telinga Aria, Suara yang begitu sexy dan sedikit serial. Pria itu langsung mencium Bibir Aria dengan lembut hingga Aria terbuai Dan membalas ciumannya. Beberapa wanita yang ada disana berdecak iri begitu mengenali Pria tersebut. Pria itu melepaskan ciuman mereka namun seperti kecanduan, Aria tanpa sadar merengek meminta agar Pria itu menciumnya lagi. "kau menginginkan ini?" Tanya Pria itu sambil menyentuh bibirnya. Aria tersipu malu begitu sadar dengan sikapnya Barusan, "aku akan memberikan Lebih dari yang kau Minta, dengan sebuah syarat" "Syaratnya?" tanya Aria dengan malu-malu Bahkan ia sampai membuang wajahnya agar tidak menghadap Pria itu, takut pria itu sadar Jika wajahnya memerah. "Aku akan memiliki mu sepenuhnya"jawabnya. Aria seketika diam, jawaban yang Belum jelas Apa maksudnya. Tapi Aria rasa tidak akan terjadi masalah. Hingga ia dengan mudahnya menganggukan kepala tanpa tahu maksud dari ucapan Pria itu. Pria itu tersenyum Puas, "jawaban yang bagus!" Tangan Pria itu mulai meraba pinggang Aria membawanya agar Lebih dekat dengan tubuh mereka, "Aku telah memesan sebuah kamar hotel paling mewah untuk malam Kita yang panjang." bisik nya. Setelah mencium Aria singkat pria itu menggendong Aria ala pengantin, membawanya menuju Mobil mewahnya. Siapa lagi Jika Pria itu bukan E-louise Logan. Dia datang dengan tekad yang bulat Kali ini, Dia ingin memiliki Aria. Dan Aria sudah mengizinkannya, bukan ciri khas keluarga Logan Jika dia tidak bisa mendapatkan Apa yang diinginkannya. Ia akan pastikan Jika Aria tidak akan lepas dari genggamannya. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD