Rekan Qiya 3

1291 Words

Sepanjang sisa hari damai terlewati. Kemudian saat akan salat Ashar aku menemukan El juga sedang salat di musolla. Hanya nampak punggungnya, tapi aku yakin itu dia. Rasanya nyeri sekali di da-da. Tiba-tiba begitu saja harapanku yang dulu pernah mempunyai angan menjadikannya imam salatku terbayang. Aku pernah berkeinginan sejauh itu terhadap El. Menjadikannya suami, imam bagiku dan putra-putri kami. Namun, seketika itu pula aku ingat hal lain yang pernah terwujud nyata bahwa Alfarisi pernah menjadi imam salatku bersama Chana. Ya Allah, aku belum belum juga menampilkan baju tidur pemberian ibu mertua pada putranya. Kepalaku berdenyut, belum lagi isi pesan Al yang tadi membuatku harus menjawab tanya Wati dan Siti tentang kemungkinan aku hamil. Aku menggeleng, lekas berwudhu sebelum El seles

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD