Rekan Qiya 4

1079 Words

Kalau dulu Pak Dodo berniat menikung cintaku yang masih berstatus pacaran dengan El. Kini El lebih parah dari Pak Dodo itu. El, di depan Al, suami sahku. Dia dengan santainya menawarkan diri untuk menjemputku dan pergi bekerja bersamanya besok pagi. Aku tak paham, otak dan urat malunya itu di mana. Padahal dia sendiri yang menghilang lebih dulu tanpa kabar saat aku menunggunya. Demi apa dia mempermalukan diri sendiri seperti ini?! "Qi, besok aku jemput kamu. Pergi bareng. Ya?" Ulangnya pelan-pelan, lebih sabar dengan senyuman. "El, kan aku udah---?!" Kalimatku terputus karena Al secara tiba-tiba menarik tanganku dari sisi jaketnya menjadi memeluk pinggangnya. "Katanya gak boleh pegangan sama kamu," bisikku di sisi lain El. "Sst!" balasnya sambil mencubit pelan tanganku. "Pokoknya besok

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD