Balas Budi

1249 Words

Tak ada yang berjalan mulus sesuai harapan. Gaun malam tipis dan menerawang memang tak cocok denganku. Bangun-bangun tubuhku meriang. Rasa sakit terasa di mana-mana. Aku bukan hanya pusing, perutku kembung dan mual juga. Seribu persen aku menduga kalau angin sebabnya. Tak ada tersangka lain selain gaun malam pemberian Chana sebagai biang kerok penderitaanku ini. Jam di ponsel baru menunjukkan pukul empat lewat sedikit. Subuh saja belum. Aku terpaksa memutar otak atas sakit tiba-tiba yang datangnya tak diminta ini. Satu-satunya penolong yang kupunya berada di kamar sebelah. Bagus sekali rencana Chana, seolah perempuan rubah itu sudah tahu kalau aku akan jadi begini. Aku berdiri di depan pintu kamar Al sambil berselimut, tak berani mengetuk pintu takut mengganggu tapi memanggil pelan saj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD