Delapan

1316 Words

Selesai. Rasanya aneh. Sensasinya berbeda. Kupikir Al menang, tapi aku tidak merasa kalah. Nyaman dan bahagia yang terasa setelahnya membuatku merasa seolah menang. Anggap saja ini win-win solution. Solusi terbaik. Aku menang, Al juga. Al melepasku pelan-pelan. Hanya sesaat terakhir kami saling bertatapan, itu pun jelas terasa Al juga tak sangat nyaman atas apa yang telah terjadi di antara kami. Setidaknya, aku berhasil menahan diri untuk tidak mend-esah seperti harapannya. Kami berdua bersisian menghadap lurus ke langit kamar. Al tertutup selimut tanpa sehelai pakaian pun melekat padanya. Aku masih dengan gaun dan bra, tentang celana dalam jangan ditanya. Entah di mana Al melemparnya. “Qi ...” “Hm?” “Sakit?” tanyanya pelan. “Enggak,” jawabku jujur. Memang tidak sakit. Mungkin karena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD