Beberapa hari sebelum Sabtu tiba aku bersikap biasa kepada Al. Setelah tangisku yang panjang malam itu, kami tak saling mencampuri urusan masing-masing. Hidup masih berdampingan, sarapan tetap bersama biasa saja, mengobrol biasa juga, dan tidur masing-masing. Al tak lagi menawarkan nyaman, aku juga tak akan meminta apa pun lagi darinya. Harga diri kujunjung tinggi untuk mengemis kasih sayang, tak akan pernah kulakukan, tidak kepada Alfarisi. Pagi hari Sabtu, aku menyiapkan tas lain yang berisi pakaian ganti untukku menginap. Tas itu kutinggalkan di motor sementara bekerja. Tak ada siapa pun yang kuberitahu tentang rencana menginapku. Tak ada juga yang perlu tahu keberadaanku saat dua hari nanti menenangkan diri. Sabtu sore sepulang dari tempat kerja aku langsung pergi tanpa butuh kembal

