Hari ke - 10

1346 Words

Hari ke – 10. Bebanku berat sekali. Beban perasaan. Beban kerja juga yang tengah banyak-banyaknya. Rasanya aku tak kuat. Aku butuh Al untuk sebuah pelukan hangat yang menenangkan, tapi laki-laki itu sejak talaknya jatuh berubah jadi sedingin kulkas. Cerita pada Mbak Hira rasanya bukan tempat yang tepat, lagi pula saat ini aku tak berminat diberi siraman rohani. Akhirnya aku mengirim pesan pada Chana. Sekalipun beliau ikut mengizinkan Al menceraikanku, kurasa aku bisa bertanya alasannya dan mendapatkan sedikit kelegaan daripada terus berprasangka yang bukan-bukan. Assalamu’alaikum, Ibu. Nanti siang, Qiya boleh nelpon gak? Lima menit, belum ada jawaban. Berkali-kali aku mengecek ponsel di sela kegiatan mengetik laporan, tetapi tetap tak ada notifikasi dari Chana. El. Qi, gaji sama lemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD