Dua

1326 Words

Aku gugup, tapi kutahu Al juga merasakan hal yang sama. Posisi kami benar-benar tak seharusnya begini. Rambutku turun ke wajahnya. Al menyeka ke telingaku lalu mengusap pipiku dengan ibu jarinya. “Mau dilanjutkan?” tanyanya serak. Aku tak tahu. “Satu!” Haruskah dilanjutkan? “Dua!” Tapi ... Tidak! Aku bangkit berguling di sisinya. Napasku menderita. Berada dekat begini dengannya menyesakkan d**a. Al kecewa. Jelas sekali begitu ekspresi yang ditampilkannya. “Al, maaf,” sesalku karena masih waras. “Gak pa-pa, Qi.” Dia tersenyum tapi masam. “Besok bisa nyoba lagi.” Aku harap kejadian ini tak terulang lagi. “Al, aku ---“ “Bukan sama kamu kok, tenang aja.” Aku bungkam. Rasanya aku bersalah. Jelas berdosa juga dalam kacamata agama karena menolak ajakannya. Al menepuk bantal. “Sini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD