Aku seperti sedang berada di dunia lain, yang tak sesuai dengan realita biasanya. Ada Al di sisiku, kami sedang ... maksudku dia sidang menegang tanganku sambil kami menatap langit kamarnya yang diterangi banyak lampu-lampu kecil bercahaya jingga. "R-rujuk?" tanyaku mengulang inti kalimatnya. "Iya." Al lalu diam. Aku juga harus diam agar kepalaku yang penuh kebingungan tak jadi kalimat asal bicara. Apa pengertian rujuk itu? Artinya balikan, begitu bukan? Al menoleh padaku, "Kok diem, Qi?" "Aku cuma lagi bingung aja. Kenapa kamar kamu bisa jadi gini?" Tanyaku fokus pada dekor kamar Al yang temaram terangnya. "Suka?" "Bukan suka enggak sukanya, heran aja." "Yah ... itu sambutan buat kamu, Qi." Al tengah tersenyum saat aku melihatnya juga. "Bukannya hal begini romantis ya?" Seharus

