Sembilan 2

1496 Words

Hampir Magrib tapi aku masih di sini saja. Aku ke pantai sendirian, menangis sesukaku tak sangat memedulikan orang sekitar yang lalu lalang. Setelah dari hotel, cukup dekat menuju pantai ini. Tepat yang lumayan tepat untuk menyendiri. Azan terdengar dari toa masjid di seberang pantai. Beranjak sejenak. Aku menghela napas lagi. Berat rasanya ujian hidup begini. Mungkin aku harus bersimpuh pada Tuhan dan membagi kisahku pada Mbak Hira. Sebenarnya aku lebih nyaman jika membicarakan masalah ini kepada Chana, dia mungkin saja bisa menceramahi Al. Namun, aku sedang tak menyukai Chana. Kuyakin Al juga tak akan mau mendengarkan nasehat ibunya, terutama saat ini. Intinya aku tak punya siapa pun sebagai pendengar keluh kesahku. Setelah salat aku masih belum beranjak dari pantai, malah aku memutu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD