Delapan 2

1469 Words

Aku menatapnya tak suka. Bualan Al benar-benar basi untuk dipikirkan. Aku menggeser duduk menjauh darinya. Namun, Al berguling dan malah meletakkan kepalanya di pangkuanku. “Ngapain sih?!” “Aku mau cerita dengan kita saling bersentuhan. Aku tau reaksi kamu, dan kamu bisa tahu kalo aku bicarain fakta bukan tuduhan atau menjelek-jelekkan aja mantan kekasihmu tersayang itu.” “Terserah sih, Al. Aku gak pengen tau banget cerita kamu. Kamu bohong atau apa pun, terserah aja,” balasku tak sangat tertarik. “El itu gay, Qi.” Aku tersentak. “Aku gak tau dia benar-benar penyuka sesama jenis atau enggak. Tapi, dia mengerikan. Bahkan, lebih dari yang bisa kamu bayangkan, El menjajakan dirinya ke laki-laki dan perempuan.” Aku terguncang dalam diam. Tak bisa berkata-kata. “Aku serius. Kamu piki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD