Drama rumah tangga. Yah, benar juga. Aku dan Al memang menikah, berstatus suami-istri secara sah. Kini berada di belakangnya bersapa angin malam sedikit lebih menenangkan. "Qi, martabak yang paling enak di sini, di mana?" Karena Al bertanya dengan nada baik-baik, maka aku pun menjawab baik-baik. "Kamu baru aja selesai makan, Al." "Qi, aku nanya di mana, jadi, jawabannya di titik titik." Mulai. Mulai lagi. Aku mengulum senyum. "Di titik titik." "Ngelujak ya, kamu. Beneran deh, lagi pengen banget makan makanan manis," katanya serius. "Dekat arah jalan Koba sana," jawabku akhirnya. "Oke." Al langsung mengambil jalan menuju tempat itu. Sepanjang perjalanan singkat selanjutnya kami tidak berbicara banyak kecuali tentang martabak semata. Saat turun di depan gerobak martabak, Al lang

