AL & EL 2

1297 Words

Aku memperhatikannya. Al makan seperti dia yang biasa saja. Secara visual, tak ada satu pun indikasi yang mengarah pada kelainan dari Al. Dia tampan, juga tubuhnya bagus, begitu pula penampilannya. Satu kata : sempurna. Tak ada yang kurang dari manusia ciptaan Allah satu ini, mengapa dia harus menyimpang berlainan begitu? "Qi, liatin aku gak bakal bikin kamu kenyang lho. Keburu dingin makananmu," katanya bernada biasa saja. Aku menarik senyum terpaksa. Oleng kiri, oleng kanan rasanya. Aku tahu dia itu agak-agak gimana gitu, tapi ya itu. Al sempurna sekali sebagai sosok laki-laki dewasa pembawa nuansa romansa istimewa. "Al, aku pengen ceramahin kamu deh. Kasian Chana." "Apa hubungannya ceramah sama Chana? Lagian juga, otak dibenerin dulu Qi sebelum niat ceramahin orang." "Ck!" Al men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD