Kakiku gemetar. Akalku seketika buntu. Aku melihat El meninggalkan Al, meninggalkan restoran. Aku tak tahu harus melakukan apa. Aku terpaku di tempat sambil menahan napas. Benarkah semua ini? Al mengambil ponsel, menempelkannya di telinga lalu menengadah dengan senyum mematikan. "Kamu bisa turun sekarang." Aku tak ingin menemuinya. Aku mundur, duduk di kursi sebelum tubuhku roboh karena kehilangan tenaga. Aku tak mengerti kenapa aku harus terlibat di antara Al dan El. Al kejam. El bo-doh. Aku masih menelaah apa saja yang terjadi. Semua informasi yang El bawa. Al menuduhku sebagai transgender, begitukah? Itu alasan utama keluarganya tak merestui kami. Al juga memper-kosa adik El demi menggagalkan pernikahannya?! Kemudian... Oh, kemudian El menawarkan tubuhnya untuk membebaskanku dari

