Rencana tak terduga 3

1164 Words

Hari berganti, waktunya merendahkan diri untuk misi yang sangat penting. Seperti biasanya kami berbincang, menghimpit meja makan sambil menunggu azan maghrib. "Aku minta maaf tentang semalam. Temanku ternyata butuh waktu yang lebih lama dari perkiraanku." "Aku sudah mendengar itu semalam," kata Al santai. "Aku ingin menebus kesalahanku. Aku akan mentraktirmu lagi malam ini. Di tempat yang jauh lebih baik, lebih mahal, lebih enak dan lebih sepi." Al menatapku, "Aku masih mengingat dengan jelas, semalam kamu membiarkanku menunggu setengah jam dari waktu yang ditentukan. Aku pasti membalasmu malam ini." "Aku akan menunggu pembalasanmu," balasku tahu diri. Aku berdiri memastikan sekali lagi. "Kamu pasti akan datang 'kan?" "Kalau aku gak mau datang, aku akan mengatakannya padamu sekarang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD