Adalah hal yang menggembirakan saat menemukan reaksi cemburu Alfarisi. Aku bersedekap tangan menunggu jawaban Al tentang pertanyaanku yang memojokkannya. Aku perlu tahu, apakah Al artinya tak ikhlas aku dimiliki El atau laki-laki lain. Kuharap dia mau mengakui jika dia sendiri mencintaiku. “Perlu aku ulang ya? Jadi, kalo aku sama El kamu gak ikhlas?” tanyaku sedikit banyak mengejeknya. Al menggigit bibirnya, menampilkan dua lesung pipi menawan dengan binar mata kesal. “Qi ... yang rugi bukan aku, kamu sendiri.” “Harusnya sebagai orang yang gak baik, kamu pura-pura gak tau aja, Al.” “Kamu masih istri aku, Qi. Bakal panjang urusan sama Bapak kalo kejadian sesuatu sama kamu.” Aku mencebik. Bapak saja alasannya, coba cinta. Al menjitak kepalaku, “Dengerin kalo dinasihati itu.” Aku mera

