Pasca L

1329 Words

Percakapan alot dengan El membuatku tersudut. Aku hendak mengulur waktu, berharap Al atau siapa pun lewat menolongku darinya. Aku membahas kebaikan El, betapa indahnya hubungan kami dulu serta menimbang berapa jauh atau berapa lama bagiku untuk melarikan diri darinya. “Ayo, Qi!” Ajak El menurunkan kancing celana jeansnya. Aku menjauh perlahan. “Enggak, El. Aku udah ingatkan kamu tentang risikonya. Kita gak bisa.” “Itu bukan risiko, Qi, itu solusi. Lebih bagus begitu, Qi. Kamu hamil anakku, tapi Al yang bertanggung jawab jadi ayahnya. Bagus banget. Kalian bakal terus saling benci. Al bakal benci banget sama kamu dan rasa bersalah kamu akan membunuh diri kamu sendiri Qiya!” hardiknya keras. Aku merinding saking seram perkataannya. “Kamu gila, El!” “Iya!” salak El mirip gonggongan anjing

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD