Si C & Si W

1476 Words

Saat bangun aku berharap Al tetap berada di sisiku, dan memang itulah yang terjadi. Padahal Al sudah cukup banyak menegaskan kalau dia hanya sekedar membantu, segera keluar kamar jika aku sudah tidur malam tadi. Namun, kini aku bisa leluasa memandangi wajah tidurnya. Makin lama bersamanya makin nyaman kurasa. Tak sekalipun Al mengaku sebagai orang baik, tapi aku tetap menemukan dia adalah laki-laki terbaik yang pernah kukenal. Tak lama waktu memberiku kesempatan menyenangkan ini, ponsel Al berdering menginterupsi. Aku bangkit mengambil benda berisik itu lalu meletakkan dekat suamiku. Al pun meraba tempat tidur tanpa membuka matanya. Seolah hafal mana tombol jawab dan siapa yang rutin menelepon, mengganggu tidurnya, Al langsung berkata, “Assalamu’alaikum, Bu. Subuh? Iya, bentar lagi. Bye,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD