Haruskah Meminta Maaf?

1525 Words

"Selamat sore, Tuan, Nona. Terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk bertemu dengan saya," sapa Steven dengan suara yang hangat, seperti secangkir kopi yang disajikan di tengah sore yang sejuk. Senyumnya mengembang, tulus dan memikat, menambah kesan ramah yang memancar dari seluruh sikapnya. Laura membalas dengan senyum yang tidak kalah menawan, wajahnya berubah seperti bunga yang baru saja mekar di pagi hari. "Laura. Sekretaris pribadi Tuan Smith," ucapnya, memperkenalkan diri dengan nada yang lembut namun tegas, seperti harmoni yang menyenangkan di telinga. "Steven. Kepala marketing di Home Furniture’s," jawab Steven sambil sedikit membungkukkan badan, gestur kecil yang menambah karismanya. "Senang bertemu dengan Anda, Tuan Steven," lanjut Laura, suaranya penuh keramahan yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD