Jenderal memburunya untuk dibunuh. Dan Nohara Rin tidak punya pilihan lain selain pergi ke tempat mengerikan ini. Addi Julian menipiskan bibir. Menatap pantulan sosok yang tenggelam dalam tabung dengan sorot tajam. "Ini yang kau bilang senjata hidup Jenderal Andara?" Alterio Edzard menyeringai keji. Dia bersedekap sembari mendekatkan diri pada tabung berisikan air kimia itu. "Ya. Aku yakin, aku bisa menduduki tahta bersamanya suatu saat nanti setelah era Alterio Zedyn runtuh." "Terlalu berambisi." Addi Julian menggelengkan kepala miris. Dia menatap Nohara Rin yang mencoba bangun dengan kruk miliknya. "Ah, aku ingin tanya ini padamu." Addi Julian melemparkan tatapan sinisnya pada Nohara Rin yang berdiri bergetar di hadapan mereka. "Kenapa Abria Valerie masuk ke dalam Departemen Kesehat

