Panglima Sai terkekeh pelan. Dia mencengkram rahang Valerie agak keras. Kepalanya tertunduk, hingga ujung topi militernya mengenai dahi Valerie sedikit kasar. "Iblis ... kau tahu benar julukanku." Sebelum bibir dingin Sang Panglima memagut bibirnya, Panglima Sai limbung dan terhuyung tetapi dia bisa menyeimbangkan diri dengan baik dan berubah sikap menjadi waspada. Kedua matanya memicing tajam menemukan Komandan Rei yang menghancurkan segalanya. "Jaga kelakuanmu, Panglima." Panglima Sai sama sekali tidak terpengaruh. Begitu pula Valerie yang bergetar hebat. Merasakan dunianya akan runtuh sebentar lagi saat Panglima Sai akan mencium dirinya. Dia akan berakhir seperti Ame. Komandan Rei masih tidak melepas pandangan marahnya pada Panglima Sai yang bergeming, memandang Sang Komandan deng

