n

1112 Words

"Benar-benar pernikahan di luar nalar. Ini sama sekali bukan pernikahan dongeng yang diharapkan anak-anak." Panglima Sai berbisik rendah pada Letnan Aristide yang menipiskan bibir. Dalam hati diam-diam menyetujui ucapannya. Dia lebih serius menatap lurus ke depan dimana Sang Jenderal sama sekali tidak merubah ekspresi datarnya saat dia berdiri di depan altar untuk mengucap janji. Letnan Jaasir sudah turun dari pelataran bersama Panglima Reiki yang menemani. Dan Jenderal ikut turun setelahnya tanpa memedulikan Caris Adonia yang berdiri kaku di tengah dengan tangan terkepal. Komandan Rei melemparkan tatapannya pada Madava Fredella yang duduk diam di samping Abria Valerie dan sang kakak, Kapten Davira. Mereka bertiga tampak khidmat menikmati jalannya upacara pernikahan yang terkesan datar.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD