f

1012 Words

Sang Jenderal menghela napas. Dia menatap tajam tubuh Adonia yang lemah di atas ranjang rumah sakit. Pihak dokter sudah menanganinya dan Adonia akan sadar keesokan pagi jika semua obatnya sudah terserap dengan baik. Mata biru Letnan Aristide yang awas menangkap gerakan tangan Jenderal yang menarik selimut tebal agar membungkus tubuh sang istri hingga sebatas d**a sampai akhirnya Jenderal berjalan menuju pintu kamar dan menjauh. Panglima Sai menghela napas panjang. Dia melirik Komandan Rei yang mengangkat bahu acuh. "Dia sedang bernostalgia. Memikirkan kemiripan istrinya dengan sosok yang menjadi teman tidurnya di masa lalu." Letnan Aristide melemparkan tatapan memperingati pada Komandan Rei sebelum dia ikut beranjak dan meninggalkan tempat. Tanpa melirik Kapten Madava yang melemparkan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD