(a)

1024 Words

Kapten Davira menatapnya dengan alis terangkat. Kemudian, kepalanya terangguk pelan. "Aku mengerti. Aku pernah ada di posisimu. Didikan ayah kami sangat kuat. Itu yang membuatku dan Komandan Rei menjadi seperti ini sekarang." "Apa kau menyesalinya?" Adonia berbisik pelan. Kapten Davira menatapnya dengan gelengan kepala tegas. "Sama sekali tidak. Aku benar-benar bangga atas pencapaian diriku yang sekarang. Aku menjadi kuat. Tidak menjadi lemah dengan berlindung di balik ketiak laki-laki. Apa kau ingin seperti itu? Padahal, Jenderal bisa melindungimu. Dengan seluruh kekuatan di Andara, mereka akan merelakan nyawa mereka demi Jenderal dan keluarganya." Adonia memandang hamparan lapangan yang sepi dengan senyum kecut. Dia menggeleng tipis, mencari botol minum lain di keranjang. Ekspresinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD