"Tidak, bukan maksud begitu. kami ke sini mau minta maaf kalau penyambutan kami kurang berkenan di hati Embah, karena jujur saya sangat teledor dalam penghormatan." ujar tuminah sambil menundukkan pandangan, Entah mengapa ia tidak berani beradu tetap dengan orang itu, mungkin dia sudah terlalu kagum dengan kehebatannya. "Sebelum kamu meminta maaf, Mbah keramat sudah memaafkannya, karena Mbah sudah tahu kalau kalian berdua memang sedang dicoba dengan berbagai masalah sampai kalian tidak sadar bahwa di tempat ini banyak makhluk yang menyeramkan." "Maksudnya bagaimana Mbah?" tanya warsiman sambil menata barang ke arah pria paruh baya itu. "Apa kalian tidak tahu atau tidak melihat, kalau di depan warung kalian ada dua makhluk yang sangat menyeramkan, tubuhnya tinggi, perutnya buncit, mat

