Suasana pun semakin sore, matahari terus mendekat ke arah ubun-ubun gunung, suara burung tetap berkicau dari arah pohon mahoni yang berada di depan rumah. Heri terus terdiam terlarut dalam khayalan indah di mana Dia sudah menjadi orang sukses, karena itulah yang menjadi tujuan hidupnya. Heri terus terdiam di ruang tamu, menunggu orang yang berada di dalam kamar. Sebenarnya dia ingin terus mengobrol dengan orang pintar itu, tapi dia tidak berani mengganggu waktu ibadahnya, karena sudah dijelaskan bahwa ajaran yang dianut oleh sunan aksara bukan ajaran syariat, sehingga perjalanan ibadahnya akan berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Heri terus menunggu sampai adzan magrib pun berkumandang, hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk salat magrib terlebih dahulu. selesai melaksanakan sala

