Jejak Darah

1627 Words

Suara tembakan kembali bergema, memecah keheningan gua. Asap mulai merayap masuk melalui celah-celah mulut gua, menusuk hidung dan membuat napas terasa sesak. Surya segera menutup kotak besi itu dan menyelipkannya di balik bajunya, memastikan bukti berharga itu aman. "Mereka akan masuk kapan saja," bisiknya sambil menarik Sekar menjauh dari pintu masuk. Ia mengamati sekeliling, matanya menangkap sebuah lorong sempit di bagian paling dalam gua yang hampir tertutup tanah dan akar pohon. "Ada jalan lain di sana. Kita harus lewat situ." "Apakah itu aman?" tanya Sekar sambil memegang erat gagang pistolnya. "Tidak ada pilihan lain," jawab Surya tegas. Mereka segera merayap masuk ke lorong itu. Ruangannya sangat sempit, memaksa mereka bergerak dengan posisi membungkuk. Di belakang, suara teri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD