Gemeretak batu yang menutup celah jalan rahasia seolah menutup satu-satunya harapan Surya untuk menyatukan diri dengan Sekar. Napasnya tertahan, ponsel satelit di tangannya terasa panas seolah membakar kulit pesan singkat itu mengubah segalanya: pengkhianatan bukan hanya soal Dirga, tapi ada jaringan yang jauh lebih besar yang sudah mencengkeram pusat kekuasaan keluarga Aditama di permukaan. “Surya, kita tidak punya waktu!” seru Arga sambil menepuk bahu tuannya, matanya tetap waspada ke arah lorong tempat Dirga menghilang. “Jika ada orang lain yang menguasai rumah utama, orang-orang yang kita lindungi kakekmu, anak-anak pasukan, keluarga mereka semuanya dalam bahaya maut! Tapi Sekar…” “Aku tahu,” potong Surya pelan, suaranya bergetar namun matanya kembali tajam dan tegas sisi pewaris maf

