Perjalanan helikopter menempuh waktu hampir dua jam, melintasi perbukitan yang tertutup kabut tebal dan hutan lebat yang jarang terjamah manusia. Suara dengungan baling-baling menjadi satu-satunya irama yang terdengar di dalam kabin yang sunyi, di mana setiap orang duduk dalam keheningan yang sarat pikiran. Surya tetap memeluk Sekar di sampingnya, sesekali mengusap punggung gadis itu seolah ingin menenangkan ketegangan yang terasa di udara. Di seberang mereka, Baskara dan Arga duduk berdampingan, berbicara dengan nada rendah namun penuh perhitungan, membahas peta wilayah dan kekuatan yang tersisa. Rendra, Juanda, serta beberapa pengawal setia lainnya duduk dengan posisi siap siaga, tangan mereka tak pernah jauh dari gagang senjata. “Kita akan mendarat di tanah milik keluarga Aditama yang

