Kau sempurna membuatku mati di telan oleh rasa keinginanku ketika ingin mendekap dirimu, kamu lebih dari penghianat yang sangat kotor, mungkin kata apa yang cocok untukkmu adalah penghianat.
Hay, untuk saat ini wanita dengan kaki yang dia goyang-goyangkan bagai menikmati angina malam yangsangat sejuk, dia menatap ke depan, dsn menghapus setiap tetesan air mata, waktu selalu saja tidak bisa membuat dia bahagia, selalu saja menangis dan menderita, ini yang membuat dirinya benci kalua harus melihat orang menangis, bahkan dia lebih tidak suka kalua dirinya menangis.
“Angin—“ dia mulai memaksakan senyum seutas itu melebar,”apakah kamu tidak memiliki rencana untukmembuatku bahagia"seakan bersemedi dia menahan napasnya agar tidak keluar secara bersamaan dengan tangis itu,”aku lelah dengan tuduhan ini, aku ingin menyerah, namun kenapa sangatlah sulit.”
Sekali lagi dia menataop ke depan dengan penuh harapan, pikirannnya sudah kalut, melebihi segalanya, rangkaian nrambut telah membentuk aura yang tidak bagus. Ini yang membuat dirinya terlihat lebih menderita dari sebelumnya, mengihklaskan semua hujatan itu, dan membuat isi kepalanya sedikit berdenyut tak karuan.
“kenapa anda tersenyum seperti itu,” dia bertanya sembari menoleh ke samping,”tidak apa-apa, aku hanya senang karena saat ini asemua prroyak dapat kita tangani,”dia benar-benar tukang pembohong yang sangat alami,”apakah itu benar?” tannyanya seakan tidak percaya bahwa hal itu adalah benar adanya,”saya sangat serius mengatkan hal itu,” dia menunduk dan berharap kepada Miracle akan bertanya sesuatu hal agar tempat itu tidak lagi sepi.
Yah, kali ini mereka berdua bersama kembali lagi, untuk beberapa harapan yang sedikit persennya, dan I I merupakan harapan mereka berdua,entah sejak kapan rasa ini timbul, dan mengerogoti pikiran dan juga hati dari mereka berdua. Angina yang berhembus malam itu, menjadi satu hal yang sangat sosweet bagi mereka yang ada di dalam mobil.
Kedua bola mata itu menconba untuk melirik satu sama lain, betapa malumya dirinya ketika matanya saling menatap kea rah wanita yang duduk di bangku sampingnya, dengan cepat ,Miracle mengalihlkan pandangan itu, dengan cara melihat ke belakang dan memastikan hal yang tidak ada.
Setiap detik kini berlalu, dan yang pasti mata dari wanita itu telah tertutup, dirinya sudah tertidur pulas, Miracle kini terdiam, dia tidak tahu di mana posisi dari rumah Vanessa, yang dia tahu adalah Vanessa itu seorang wanita yang sangat cantic, dia bergumam dan menyenderkan bahunya di kursinya sendiri, dan tetap menatap wajah Vanessa dengan penuh perhatian, tangannya kali ini mengalir untuk menarik satu rambut hitam yang menutup arah bibir Vanessa, jantungnya kembali lagi marathon. Kakinya terasa sangat geli sekali, saat tangannya tidak sengaja untuk menyentuh bibir Vanessa, yang sangat lembut.
Dia membulatkan mata tidak percaya,”aww, kenapa ini bisa?” dia bertanya sembari menjerit, karena saat ini hal yang tidak di duga telah terjadi,”sedikit-sedkit pasti akan terbuka,” ucapnya sembari mencoba untukmelepaskan jarinya sendiri dari mulut wanita yang sudah mengigit jari-jari dari Miracle. Yah… ini adalah hal yang sangat sensitive, entah ini telah di rencanakan oleh Vanessa ataupun tidak, namun yang pasti jari-jemari dari Miracle telah ,menyangkut pada area mulutnya.
Di sisi lain kali ini. Pikirannnya masih sama, dia masih bingung menilai dirinya, apakah dia benar atau tidak saat mengtalkan hal itu, wajah yang penuh dengan kebingungan, bahkan untuk saat ini dia sedikit memiliki rasa takut yang amat besar, untuk menceritakan kepada suaminya akan apa yang dia hadapi dengan Zee tadinya, dia ingin melangkah pergi keluar sebentar mencari udara segar tetapi pergerskan dari Mutiara di intip oleh lelkai yang berbaring di atas Kasur, dengan mata yang pura-pura dia tutup,”apalkah kamu menyembunyikan sesuatu dari padaku?” suara itu, membuat langkah dari Mutiara berhenti di tempat, tanpa badannya yang tidak menoleh sekalipun.
Malam yang dingin, penuh dengan bintang itu semua sudah berlalu, hanyalah khayalan. Kali ini wanita yang bernama Vanessa itu telah terbangun , kakinya yang sangat putih yang dilapisi dengan kain putih serta kulitnya yang sangat mulus tampak lebih bersinar,”di mana aku?” dia bangkit setelah ada satu menit menatap isi dari semua ruangan itu,”tidak mungkin,” dia menutupi badannya dengan selimut yang dia Tarik,”tidak mungkin,” pikirannya sudah keliru, dia tampak lebih takut setelah mendengarkan ada jejak kaki, ini tidak mungkin, apakah dia telah di curi dan di ambil keperawananya oleh beberapa preman yang ada di jalanan? Atau apakah dia telah di jual oleh Miracle kepada sugar daddy, argg, pikirannya benar-benar bodoh, tidak mungkin Miracle tega berbuat seperti itu kepada dirinya, namun apakah dia harus kembali pura-pura tertidur lagi? Tidak peduli! Sekarang dia berdiri dan menuruni ranjang yang sangat empuk itu.
“Apakah kamu sudah bang__,” dia tidak bisa berkata apa-apa lagi,”apa” segera dia menarik selimut itu dan menutupi badannya yang tadi hanya tertutup satu helai pakaian tipis yang berwarna putih.”Maaf, saya tidak tahu bahwa kamu telah bangun,” Miracle segera membalikkan badannya menatap ke depan tetapi kali ini otaknnya telah bandel, otaknya telah travelling.”Maaf,saya juga tidak tahu bahwa itu adalah Tuan,” dia telah menutup tubuhnya dengan sangat sempurna, tidak lagi terlihat apa yang menjadi barabf berharga bagi dirinya. Setelah mereka selesai bersiap-siap pada kamar yang telah di sediakn oleh Miracle, mereka berdua secara bersamaaan keluar dari kamar itu,”Ayah, coba lihat siapakah wanita yang sangat anggun itu,” ibunya sudah jatuh poada pesona wanita yang berada di belakang Miracle,”apa itu,” bahkan untuk kali ini Ayah Miracle juga ikut tertipu,”pesona apa yang kamu miliki, lihat saja kedua orang tua saya,dia menatap seolah kamu adalah calon istri saya,” dia berbicara sangat santai, tetapi tidak sadar bahwa dengan Miracle mengatkan seperti itu, dia sudah terbang ke langit ketujuh, tanpa penghuni, hanya dirinya dan juga pria impiannnya.
“Siapkah itu?” bola mata dari Vanessa sedikit terbuka lebar, dia heran kenapa Miracke malah membawanya ke rumahnya dan menyediakan satu kamar yang sangat nyaman bagi dirinya,”itu adalah Ayah dan juga ibu saya.” Mereka berdua kali ini telahsampai di depan Mutiara dan lelaki yang hampir duduk itu, di sisi lain ketika wanita yang bernama Zee itu akan terjun untuk mengatarkan minuman serta sarapan pagi, dengan senyum seadanya yang sudah dia paksakan satu hari ini di depan ibunya, ibu Maya, tetapi usaha dia harus sia-sia sampai saat ini,”siapakah wanita itu?” dia bertanbya melihat posisi dan bagaimana penampilan dari wanita itu,satu kata untuknya yaitu, anggun,dia melihat dengan hati yang teriris bahwa mereka saling berjabat tangan,”lagi-lagi aku harus melihat hal yang seperti ini,” dia tidak kuat lagi, hinggga tidak sengaja, air minum tumpah dan membuat Miracle serta orang-orang yang berada itu otomatis menoleh kearag Zee, sedangkan untuk Zee sendiri dia menahan air mata ini, dengan kuat ternyata dia bisa melewati semua ini.
Miracle terdiam, tidak mungkin itu membuat hati Zee sakit bukan? Sedangkan dirinya juga tidak pernah menaruh harapan pada Zee, namun Vanessa yang melihat itu kasihan,dia segera melewati barisan Miracle, dan membantu Zee menguumpulkan percahan kaca itu,”Tidak apa Nyonya, saya bisa membersihkan semua ini,” Zee menolak karena telah di bantu untuk membvbersihkan ini semua,”apakah itu sifat yang dia miliki,” wajahnya bersinar, wajah siapa lagi kalau bukan Miracle.
Miracle menatap ke depan dan dia tersenyum, jangan lupa kali ini Mutiara juga memperhatikan wanita yang di bawa oleh anaknya perdana ke rumah.