PENGHIANAT DI ATAS KEBAIKAN

1088 Words
Aku memang miskin, tetapi tolong engkau sebaiknya mencintai siapa saja yang perlu di cintai. Wanita itu tidak habis piker dengan sosok wanita tua yang dia bangga-banggakan dan wanita yang bahkan dia anggap bisa membantu dirinya keluar dari zona nyaman, tetapi rasanya dia telah di hianati oleh mesin waktu sendiri, dia di hianati oleh kebaikan di atas budi, menyesal, mungkin itu satu yang tepat, yang dia alami sekarang ini. “Aku tidak pernah berusaha untuk mendapatkan hati anak ibui,” dia mengatakan yang lain daripada apa yang ada di dalam hatinya,”tetapi kenapa semakin lama kalian semakin dekat, saya bahkan tidak setuju kalau kalian berdua selalu bersama, pokoknya__” dirinya tidak enak melanjutkan hanya karena hal seperti ini. “Benarkah seperti itu konsepnya, sayta rasa kamu yang telah merasuki pikiran dan juga hati anak saya,” untuk kali ini dia benar-benar tidak terima lagi kalau sempat dirinya di rendahkan. Sepertinya masalah ini akan menjadi masalah yang sangat rumit, bagaimana bisa ibu Miracle melarang Zee untuk dekat-dekat dengan putrinya. Zee tersenyum ramah, I ngin sekali dia melawan, dia ingin membenarkan semua kesalahpahaman ini, namun dia hanya seorang pembantu, yang mencari makan dan juga tempat tinggal bagi dirinya dan juga ibunya,”Baiklah ibu, saya meminta maaf kalau selama ini saya terlalu dekat dengan putra ibu, saya janji akan mulai menjaga jarak dengan dirinya,”dia benar-benar sungguh-sungguh menyatakan hal itu. Wanita itu mengiyakan dengan gelengan kepala, bahkan dia mengusir Zee, air mata, dan kali ini dia sangat malu, telah menuangkan air matanya yang sangat berharga di hadapan wanita itu langakhnya segera menyesuaikan dia pergi berlari dan meninggalkan pakaian yang di berikan oleh Mutiara,selaku ibu dari lelaki tampan yang selalu menjadi korban dari semua perempuan. Sesampainya di dalam kamar, benar saja dia bahkan menangis sekuatnya, dia melepaskan semua beban dan juga air Mata yang dia keluarkan serta ada beberapa tetesan air mata yang dia tahan, rasanya sangat sakit, kalau sempat dirinya di buat seperti ini, dia tahu dia miskijn, tidak cantic namun jangan perlakukan dia seperti seorang yang tidak berharga, jangan anggap dia lemah, hanya itu yang dia inginkan, itu saja. “Apakah kamu sudah tidur, Zee,” suara dari ibunyadari luatr sembari mendekatkan kupingh kea rah pintu, karena merasa tidak ada jawaban sekali lagi dia memastikan untuk mengetuk dan mendengarkan dengan baik,”apakah kamu sudah tidur nak?” pertanyyan yang sama, di dalam kamar sana, Zee benar-benar hancur, dia butuh pelukan, dia juga butuh sandaran bahu untuk semua kenyataan yang sangat pahit, menjatuhkan dirinya.”Bagaimana ini, aku diamkan saja ini adalah pilihan yang sangat baik untuk sekarang ini,” dia tersenyum di sela-sela tangisnya, badannya dia baringkan di atas ranjang itu, juga air mata yang masih menetes, dia bahkan berusaha untuk menahan air mata ini, tetapi naasnya sekarang ini, tangisnya ntidak bisa di ajak untuk kompromi,”sepertinya dia sudah tidur,” ibunya yang tidak lain maya bergumam, meyakinkan kalau sekarang ini putrinya sudah terlelpa dan tidur ,tetapi semua dugaaanya salah. Matahari sangat terik, dia baik dia hangat, memberikan kepada lelaki dengan hidung mancung apa yang sangat dibutuhkan, jendela kamar dari Miracle terbuka secara otomatis, dan cahaya mengalir memberikan kepadanya sinar, bulu matanya seketika terbuka secara perlahan, sekarang dia bisa memastikan bahwa dirinya sudah terbangun, tetapi kenapa dirinya tidak merasakan ada aroma khas dari Bi, Maya, tidak seperti biasanya, dia terbangun,kakinya segera menangjkap kedua sandal putih bersih yang berada di bawah ranjangnya, dia membuka engsel pintu dan kepalanya dia keluarkan sedikit ke liar hanya untuk memastikan apakah benar Bi, Maya tidak memasak hari ini. “Kemana mereka?” pertanyyan yang pertama dengan ramvut yang juga masih sedikit using,” kenapa rumah terlihat sangat sepi?” dia mengelengkkan kepalanya sembari menutup kembali engsel pinntunya. “Ayah ibu, kalian di mana?” setelah beberapa menit telah selesai melakkan semuanyam, dia khawatir kalau ayah dan ibunya sudah pergi, tetapi semiga saja tidak.”Apakah tidak ada orang di rumah, ini terlihat sangatlah sepi sudah seperti kuburan saja,kakinya menuntut dirinya untuk segera pergoi ke kantor,dia mengingat wajah dari Vanessa yang sangat putih manis,”dia tersenyum sembari mengelengkan kepala, ternyata di seberang sana, Ibu Maya telah mempersiapkan semuanya, mereka menyesasuaikan diri, dengan hal yng telah di perintahkan oleh ibu Mutiara. “Saya mau, meja makan kita ganti posisi, saya sudah malas hanya dengan gaya-gaya yang seperti ini,” dia mengatakan hal itu kepada Maya yang sedang menundduk, karena jika di lihat dari posisiini, dia seakan talah di benci dan ingin di habiskan nyawanya. “Apakah kira-kira Tuan Miracle sudah datang,” hatinya tergerak secara sendiri untulk bertanya hal itu, dia sengaja cepat beangkat kerja, dia bahkan sangat lijhai untuk memakai liptint yang berwarna merah itu,”benar saja ketika dirinya keluar dari mobil yang telah di antarkan oleh supir mereka, pemandangan yang pertama dia lihat adalah, lelaki yang dia puji-puji.”arg.. kenapa dia bisa melihat kea rah ini, dan kenapa kami bisa sama-sama saling melihat?” dia bergumam, wajahnya maih dingin, tetapi jangan tanya untuk hatinya, dia sudah bergejolak, dia tidak tahu untuk klangkahnya yang nanti pasti akan ketar-ketir.”Semoga dia tidsk memanggil aku di si ni,” satu permohonan yang berbalikan arah dengan permohonan Vanessa,”semoga dia memanggil nama aku,” gumamnya dengan percaya diri, rambutnya kali Ini teribaskan dengan kedatangan angina yang sangat lumayan cepat. “Tuan Miracle,” benar saja, kakinya kali ini sudah berhenti, jantungnya sudah tidak bisa lagi berjalan dengan netral,”ada apa” singkat tapi mendengarkan itu saja, sudah membuat wanita itu senang bukan main. “Bolehkan kita jalan bersama menuju tempat kita bekerja?” dia bertanya dengan sopan. Kalau untuk jalan berdua, itu masih sepela, untuk Miracle, dia kembali mengelengkan kepalanya, dan dengan lambat jawabannya benar- benar membuat Venessa beranjak kegirangan,”yess, aku mendapatkan kesempatan yang tidak datang dua kali ini,” dalam hatinya, dia sangat senang sekali,”mari,” serasa terbang saat ini tubuhdan juga raga dari Vanessa, beberapa karyawan yang melihat mereka, menutup mulut tidak percaya bahkan pasti akan ada beberapa gossip panas akan mereka berdua yang jalan berdua, seperti biasa, hal yang tidak penting juga akan selalu dibicarakan. “Apakah itu benar Vanessa dan juga Tusn Miracle?” mereka menutup mulut tidak percaya sembari membentuk tempat untuksaling mengosip,”ini mungkin hanya sebuah kebetulan saja, jangan khawatir,lagi pul, Tuan Miracle sangatlah tampan dan juga kaya raya, tidak mungkin dia tidak memiliki tunangan bukan?” wanita demgan kemeja hijau yang gelap iniadalah mahluk ciptaan tuhan yang sangat jarang untuk di temukan, hanya ada satu di antara seribu manusia yang mengeluarkan napas setiap detik di penghujung waktunya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD