Suara gemericik air menjadi pesona di antara mereka bertiga, wanita yang terlihat di lindungi oleh dia lelaki dengan canda tawa, tidak ada yang menyangka bahwa persahabatan ini akan kandas dan melebur menjadi bagian yang sangat hancur.
"Apakah kamu akan segera pulang, tunggulah ayok kita main-main lagi," perintah Miracle dengan nada yang mengecek saat itu.
Lelaki yang tengah berdiri di bawah tiang listrik itu kembali lagi membalikkan badannya, dia ingin memberikan bogeman kepada lelaki itu tetapi mereka berdua teman, tidak baik seperti itu.
"Baiklah, kita akan pergi ke mana lagi coba?" Reyhan bertanya sembari menatap bola mata mereka berdua dengan tatapan yang bingung.
"Wah, apakah anda bodoh? segitu banyak permainan dan juga tempat yang belum kita jalani, tetapi kamu masih menunggu?" tanya Miracle dengan nada yang ingin membunuh di tempat Reyhan.
Reyhan berlari mengelilingi badan wanita yang tidak lain adalah Zee itu, wajahnya yang sudah terbiasa melihat situasi seperti itu layaknya membuat dia harus bisa menyadarkan diri dari kegelapan ini, yah kegelapan ini kalian tahu kan maksudnya?
Dengan wajah yang serba liciknya kali ini Zee juga ikut berlari, dan terjadilah pelarian.
Mereka berlari dengan posisi Miracle yang menjadi penjaga dan keduanya adalah anggota, senyum itu tenyata senyum yang terahkir kalinya di malam yang penuh dengan misteri itu.
***
Zee menatap ke arah Reyhan ada sedikit guncangan hati yang membuatnya harus bertanya tentang siapakah Reyhan yang dia maksud.
"Tunggu, aku tidak tahu entah siapa yang kamu maksud Reyhan tetapi itu seperti nama teman masa laluku," dia mencoba untuk mengingat-ingat lebih dalam lagi.
Dengan nada yang tertawa kali ini dia juga menjawab rasanya begitu senang hatinya ketika mendengarkan dari mulut wanita ini ternyata dia masih mengingat dirinya yang malang dan juga pembohong ini.
"Hahah, apakah kamu kira aku adalah Reyhan di dalam masa lalu kamu?" tanyanya dengan nada yang tertawa.
Nah, ini yang membuat Zee juga bingung dari mana Reyhan ini mengetahui bahwa dia mempunyai teman masalahku bernama Reyhan? dia tertawa dan segera menjawab pertanyaan Reyhan.
"Nah, dari mana kamu tahu bahwa saya mempunyai teman?" tanyanya dengan nada yang mengidintimidasi.
'Mampus, kenapa aku reflek seperti ini?' dia mengutuk dirinya sendiri dan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang sedikit gatel karena bibirnya yang tidak mau di ajak kompromi.
Tetapi bukan Reyhan namanya kalau dia tidak pandai dalam hal berbohong, dia hanya bisa menatap bola mata Zee dan mencoba sedikit menakut-nakuti dirinya.
"Tidak, apakah kamu kira hanya Reyhan masa lalu mu saja yang b rada di dunia yang sangat luas ini?" tawanya benar-benar menyelamatkan Reyhan.
Kali ini Zee benar-benar ambigu pasalnya dia tidak tahu juga mengapa dengan dirinya yang akhir-akhir ini selalu mengingat Reyhan dengan langkah yang perlahan di mendekatkan diri kepada Reyhan dan Reyhan mengira bahwa dia akan kedapatan identitas aslinya.
"Bagaimana ini?" gumam Zee sembari duduk di tepi ranjang itu.
Reyhan bersyukur dia tidak melihat wajah Zee dalam dekat, dengan wajah yang sok coolnya dia mendekat ke tepi ranjang itu.
Tiba-tiba mulut Zee kembali terbuka dia bertanya dengan mata yang bersinar.
"Reyhan, apakah kamu mau mendengarkan sebagian dari ceritaku?" dia menoleh ke arah Reyhan yang di sampingnya.
"Apakah kamu mempunyai cerita?" dia bertanya dan ini benar-benar membuat jengkel Zee.
"Humm, baiklah kalau begitu aku tidak akan berhenti bercerita supaya kamu mengetahui semua cerita kehidupan ku," tawanya dan benar-benar itu membuat gairah pada Reyhan.
Gairah masa lalu benar-benar, sikap dan perilaku dari Zee membuat tersadar Reyhan bahwa dia sangat bersyukur memiliki wanita yang super percaya diri dan ingatannya benar-benar mampu melumpuhkan segalanya.
"Baiklah aku akan mendengarkan," dengan nada yang percaya diri kali ini Reyhan mau mendengarkan apa itu cerita masa lalu wanita tengkik itu.
"Aku pernah mempunyai teman bernama Reyhan, dia sudah aku anggap menjadi kakaku, saking baiknya aku sampai__" ucap ya terpotong mengingat masa lalu.
Reyhan dan juga Zee kali ini memakai seragam SMA mereka makan di pinggir jalan, karena situasi yang sedang hujan membuat Zee kedinginan, saat itu benar-benar kacau tali BH yang di pakai oleh Zee benar-benar nampak sekali karena mereka kehujanan.
Jaket yang dikenakan oleh Reyhan benar-benar membantu, dia memakaikan itu pada badan Zee dengan sedikit polesan senyum Zee tidak menolak hal itu, karena dia juga tahu bahwa sekarang badannya sedikit terbuka.
"Trimakasih Rey," bibirnya terangkat dan memakaikan jaket itu pada badannya.
Mereka berdua mengobrol dengan sangat akrab, tidak ada penganggu.
Tiba keesokan harinya mereka terlihat bersama dengan Miracle tentunya ini menjadi pemandangan yang sangat tidak estetik menurut perkiraan semua wanita yang menyukai Reyhan serta Miracle.
Menurut mereka Zee menyantet kedua lelaki tampan dengan keluarga yang sangat kaya dan juga prestasi yang berada di mana-mana, sehingga Zee bisa selalu bersama dengan mereka.
Wanita yang satu ini tidak kalah saing, dia datang ke arah meja makan dari mereka bertiga dan segera menumpahkan sisa makanannya ke atas kepala Zee.
Semua pandangan mata benar-benar membuat heran terutama kepada Zee dia shock kenapa seperti ini, dia tidak menangis namun karena Reyhan dan juga Miracle yang data g melindunginya dia makin menangis.
"Apa-apa kamu?" tanyanya dan seketika membuat wanita tadi terdiam seribu bahasa.
"Kenapa? dia yang keganjengan, kenapa dia selalu berada di dekat kalian? Ohw tidak jangan-jangan dia sudah memberikan kepada kalian ramuan?" wanita itu tertawa di tengah banyaknya masalah yang dia ciptakan.
Seketika semua diam, ponsel yang tadi mereka gunakan untuk merekam kali ini sudah mereka simpan, pasalnya suara Reyhan anak kepala sekolah di tempat ini membungkam semua pergerakan mereka.
"Apakah ada salah satu di antara kalian yang memegang ponsel itu berakibat keluar dari sekolah ini?" tanyanya dengan enteng tetapi pandangan bola mata yang sudah panas.
"Dan kamu," dia mendekat pada wanita itu dan jangan lupa untuk secangkir sisa minuman yang dia ciptakan antara minuman Zee, Miracle dan juga dirinya.
"Ini adalah akibat perbuatanmu," ucapnya menumpahkan minuman itu,"dan siap-siap juga untuk keluar dari sekolah ini, jangan harap kamu membuat masalah kepada Zee dan kamu bisa bebas seperti kelelawar di malam hari," ancamnya membuat nada histeris pada semua siswa itu.
Saat itu Zee salah, dia mulai tidak menganggap itu persahabatan lagi dia kalut, dia mencintai Reyhan.
***
"Hey, sudah aku katakan aku adalah sahabat yang bodoh kenapa waktu itu aku tidak menyatakan cinta kepada Reyhan," ucapnya membuat jantung Reyhan seketika berdegup kencang.
'Apakah saat itu aku juga sudah menitipkan rasa kepadamu?' batinnya melihat pandangan Zee.