Berbagai hiasan ulang tahun balon-balon yang dihiaskan di pilar-pilar kerajaan, ucapan selamat datang diletakkan di depan pintu masuk istana, banyak prajurit yang berpakaian biru gelap berjaga di depan pintu.
Gerbang emas setinggi tegak itu dihiasi lampu-lampu yang indah cahayanya warna-warni. Pintu gerbang dibiarkan terbuka lebar. Ada enam orang prajurit kerajaan gagah yang berjaga di sana.
Eisha dan Layla berjalan kaki ke sana. Ada banyak putri dari kerajaan lain yang datang menggunakan kereta kuda. Ada pula rakyat-rakyat biasa yang turut hadir karena raja Darwin dan permaisuri Celia mengundang semua rakyat untuk merayakan ulang tahun Putri Emilia yang ke tujuh belas tahun.
Aula istana yang besar juga dihiasi berbagai macam aksesoris bunga-bunga yang sudah dirangkai melilit tiang dan dihiasi seluruh penjuru.
Eisha dan Layla memilih untuk berdiri di pojok. Di aula tersebut banyak putri-putri yang cantik jelita yang memakai gaun yang mewah dan banyak juga para pangeran yang turut hadir. Putri Emilia berdiri di atas podium.
Banyak putri-putri dan para pangeran yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Putri Emilia.
"Layla apa kita juga harus memberi ucapan selamat kepada Putri?" bisik Eisha.
"Tentu saja," balas Layla.
"Ayo." Layla menarik tangan Eisha. Eisha hanya menurut saja.
"Selamat ulang tahun Putri semoga panjang umur," ucap Layla menunduk sopan.
"Terima kasih."
Sekarang giliran Eisha yang memberi selamat. "Selamat ulang tahun Putri," ucap Eisha tersenyum.
"Ah, terima kasih. Aku baru pertama kali melihatmu," ujar Putri menatap Eisha dari atas sampai bawah. Eisha tentu saja risih, tapi dia tidak mungkin mengatakan itu. Apalagi status gadis di depannya ini adalah seorang putri.
"Dia temanku putri dia berasal dari kota seberang," jelas Layla.
"Oh, pantas saja."
Tiba saatnya acara dansa. Alunan lagu klasik lembut mengalun di indra pendengaran. Banyak para putri dan pangeran yang berdansa di tengah lantai.
******************************************
See you next chapter ?