Siang ini, Dion berkata akan datang berkunjung lagi. Ia ingin mengajak kakak perempuannya yang bernama Lastri. Katanya ada maksud tertentu. Sang kakak belum juga menikah, padahal usianya hampir menginjak kepala tiga. Oleh karena itulah, Dion ingin menikah lebih dulu, melangkahi sang kakak. Siapa tahu dari pernikahan itu, kakaknya tertular jodoh juga. Kuminta Bibi membuat kue dan minuman segar. Tak lama kemudian, mereka pun datang. Kusambut ramah, pun mereka membalas yang sama. Ternyata Lastri sangat cantik, tapi mengapa tak kunjung dinikahi seseorang? "Cantik banget kakakmu, Dion. Putih bersih, manis. Udah ada calon belum?" tanyaku berbasa-basi. Lastri dan Dion beradu tatap, kemudian tersenyum tipis. "Belum ada, Mbak. Gimana mau nikah kalau hubungan baru seumur jagung, eh meninggal."

