Genderuwo?

1618 Words

"Astagfirullah, Bu!" Untunglah Bi Inem datang ketika aku hampir terjatuh karena sangat lemas. Kaki terasa kaku dan mata berat. Bi Inem pun langsung membantuku berdiri. "Pusing banget, Bi," ucapku lemas. "Ibu ini seperti sensitif, ya? Gak bisa liat hal-hal mistis," ujar Bi Inem. Sesampainya di kamar, Bi Inem menyelimutiku dan pergi memanggil Mas Arif. Sesekali memeriksa ponsel, terlihat postingan Alvaro yang sedang berlibur di pantai. Seorang diri? Kurasa ia mempunyai banyak teman. "Halo? Kamu ke pantai sendirian?" tanyaku di telepon. "Iya, Mbak. Kenapa? Aku lagi nyari inspirasi makanya sendiri aja. Lagipula pantainya lagi sepi kok," jawabnya. "Hmm, andai aja Mas Arif izinkan aku keluar, tentu aku ikut sama kamu. Bosan banget di rumah. Apalagi sejak hamil, Mas Arif semakin pos

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD